Mayoritas Korban Tewas Bentrokan di Xinjiang Adalah Warga Muslim Uighur

KIBLAT.NET, Xinjiang – Bentrokan yang terjadi di wilayah Xinjiang, barat lut Cina, antara warga muslim etnis Uinghur dan aparat kepolisian cina, tiga hari lalu, menewaskan total 35 orang. Mayoritas korban adalah warga sipil muslim etnis Uinghur.

Pemerintah Cina, Jum’at (28/6/2013), mengumumkan jumlah korban kekerasan yang terjadi di Xinjiang antara aparat kepolisian dan warga muslim Uinghur mencapai 35 orang tewas dan 25 lainnya luka-luka. Mayoritas korban adalah warga sipil muslim Uinghur.

“Sebagian besar adalah warga musim Uinghur yang merupakan penduduk daerah otonom” umum pihak berwenang Cina tanpa merinci jumlah total jumlah seluruhnya warga muslim Uighur yang terbunuh.

Sebelumnya, setelah bentrokan berakhir pada Rabu lalu (26/6/2013), kantor berita Cina, Xinhua, melaporkan sebanyak 24 orang tewas dalam bentrokan berdarah tersebut, yang di antaranya 16 warga muslim Uinghur dan dua aparat kepolisian. Sementara itu, 21 orang warga sipil dan seorang polisi terluka.

Bentrokan yang telah menewaskan puluhan orang tersebut bermula saat puluhan warga muslim etnis Uighur menyerbu sebuah kantor polisi pemerintah Cina di kota Occhon, provinsi Shansha, wilayah Xinjiang, barat laut Cina. Polisi pun memberondong para penyerang warga sipil dan membunuh 11 dari mereka di tempat.

Penyerangan yang dilakukan warga muslim etnis Uinghur ini buntut dari penangkapan brutal yang dilakukan polisi Cina di wilayah Xinjiang. Hal tersebut menimbulkan kemarahan warga muslim yang memuncak.

BACA JUGA  Aplikasi Zoom Diselidiki Kejaksaan Agung New York, Ada Apa?

Wilayah Xinjiang berbatasan dengan Asia Tengah, Afghanistan dan Pakistan. Etnis muslim Uighur mayoritas menempati wilayah tersebut. Warga muslim mengeluhkan pembatasan-pembatasan hak-hak agama dan budaya oleh pemerintah Cina. [hunef/kiblat.net]

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga