Masalah Umariyatain dalam Hukum Waris

Foto: ilustrasi

KIBLAT.NET – Masalah umariyatain adalah dua masalah pembagian hukum warisan yang berkenaan dengan bagian ibu. Masalah ini diberi nama umariyatain karena Khalifah Umar bin Khaththab  -رضي الله عنه- adalah orang pertama yang memutuskan perkara ini dan disepakati oleh jumhur sahabat Nabi -صلى الله عليه وسلم- dan juga para imam madzhab fiqh.

Masalah umariyatain ini tentang bagian ibu yang mendapat 1/3 dari sisa bagian bersama ayah. Permasalahan ini hanya terjadi dalam dua keadaan saja. Dua keadaan tersebut adalah sebagai berikut :

Keadaan 1:

Apabila istri meninggal dunia, meninggalkan suami, ayah dan ibu, maka perhitungan warisannya adalah sebagai berikut :

Ahli waris bagian Asal masalah = 6
  1. Suami
1/2 3
  1. Ayah
Ashobah 2
  1. Ibu
1/3 1

Dalam hal ini, bagian ibu 1 didapat dari 1/3 dari hasil ashobah bersama ayah. Hasil ashobah (sisa pembagian hasil waris, red) bersama ayah jumlahnya 3. Maka 1/3 dari 3 adalah 1.

 

Keadaan 2 :

Apabila suami meninggal dunia dan meninggalkan istri, ayah dan ibu. Maka perhitungan warisannya adalah sebagai berikut :

Ahli waris bagian Asal masalah = 4
  1. Istri
1/4 1
  1. Ayah
Ashobah 2
  1. Ibu
1/3 dari ashobah bersama ayah 1

 

Dalam hal ini, bagian ibu 1 didapat dari 1/3 ashobah bersama ayah. Hasil ashobah bersama ayah jumlahnya 3. Maka 1/3 dari 3 adalah 1.

Penetapan hukum bagian waris untuk ibu dalam dua kondisi tersebut didasarkan pada firman Allah ta’ala :

BACA JUGA  Ikuti! Dauroh Fiqh "Matan Abi Syuja'" Bersama MADINA

فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ وَلَدٌ وَوَرِثَهُ أَبَوَاهُ فَلِأُمِّهِ الثُّلُث﴾ (النساء :11)

Artinya : “…jika tidak memiliki anak maka yang mewarisinya adalah kedua orang tuanya dan ibunya mendapat sepertiga..” (An Nisaa : 11).

Semoga bermanfaat. Semoga shalawat serta salam tetap teruntuk baginda Nabi Muhammad –Shallallohu ‘alaihi wa sallam-, beserta keluarganya, para sahabatnya semua. Wallahu a’lam bis shawaab.

 

Ditulis oleh: Abu Athif, Lc.

 

Referensi ;

  1. Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin, Panduan praktis hukum waris, penerjemah : Abu Ihsan Al Atsari, Bogor, pustaka Ibnu Katsir, cetakan ke-4, 2010
  2. DR. Sholih bin Fauzan bin Abdulloh Al Fauzan, Al Tahqiqot al Mardliyah fi al Mabaahits al Fardliyah, Riyadl, Univ. Muhammad bin Su’ud al Islamiyyah, cetakan ke-3, 1408 H

Ikuti Topik:

One comment on “Masalah Umariyatain dalam Hukum Waris”

  1. Terimakasih sudah berbagi ilmu yang bermanfaat.

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Ikuti! Dauroh Fiqh “Matan Abi Syuja'” Bersama MADINA

Info Event - Jum'at, 14/02/2020 18:32