Gema Pembebasan: Komunisme Tolak Tuhan, Tak Bisa Disatukan dengan Islam

Foto: Ketua Umum Gema Pembebasan Rizky Fatama Jaya (dua dari kanan)

KIBLAT.NET, Jakarta – Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan menegaskan bahwa ideologi Marxisme, Sosialisme, dan Komunisme tidak akan pernah bisa bersatu dengan Islam. Paham-paham itu bertolak belakang dengan Islam karena mereka tak mempercayai adanya tuhan.

Menurut Ketua Umum Gema Pembebasan Rizky Fatama Jaya, Marxisme, Sosialisme, dan Komunisme selama ini selalu menggaungkan jargon keadilan dan kesamaarataan. “Meskipun Islam mengajarkan tetang keadilan, kehormatan, kesamarataan, tapi bukan berarti Islam bisa di satukan (dengan komunisme),” kata Rizky dalam sebuah acara diskusi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (08/06).

“Karena paham Sosialisme, Marxisme, dan Komunisme itu meniadakan tuhan, beda dengan Islam yang percaya akan adanya Tuhan,” imbuhnya.

Silang pendapat mewarnai diskusi yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sejarah dan Kebudayaan Islam UIN Syarif Hidayatullah. Selain Gema Pembebasan, acara itu juga diikuti oleh perwakilan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PHMI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Forum Mahasiswa Ciputat (Formaci)

Saling sanggah terjadi saat perwakilan PHMI, HMI, dan Formaci, menyatakan bahw bahwa ajaran Marxisme, Sosialisme, dan Komunisme tidak bertetangan dengan Islam. Sehingga satu sama lain bisa disatukan.

Seperti yang diungkapkan Maulana, perwakilan HMI. “Secara ideologis kami tidak mempermasalahkannya, karena juga tidak bertentangan dengan Islam, bahkan memiliki kesamaan dengan ajaran Islam.”

Pernyataan itu pun dibantah oleh Rizky Fatma. Ideologi Marxisme, Sosialisme, dan Komunisme jelas-jelas bertentangan dengan Islam, menjunjung penghambaan kepada Allah.

BACA JUGA  Milad Muhammadiyah ke 110, Ini Harapan Haedar Nasir

“Karena itu tidak akan mungkin bisa disatukan antara Sosialisme, Marxisme, dan komunisme yang nyata-nyata menolak adanya tuhan, dengan Islam,” tegasnya.

Reporter: Furqon Amrulloh
Editor: Imam S.

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Alfian Tanjung Hari Ini Hadapi Sidang Tuntutan

Indonesia - Rabu, 18/04/2018 07:59