×

Pemuda Muhammadiyah: Jangan Biarkan Aparatur Negara Jadi Penafsir Tunggal Terorisme

Foto: Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak
... shares

KIBLAT.NET, Jakarta – Katua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak menghimbau agar tidak ada aparatur negara yang menafsirkan terorisme secara sepihak.

“Jangan biarkan di negeri ini ada aparatur negara memiliki senjata itu menjadi penafsir tunggal terhadap kejahatan terorisme,” katanya kepada Kiblat.net di Gedung PP Muhammadiyah Pusat, Menteng Jakarta pada Jumat (10/03).

“Jadi akhirnya publik tidak berani mengungkapkan. Kenapa? karena publik takut dicap teroris,” sambungnya.

Oleh sebab itu, kata dia, kita menghimbau publik untuk berani bersuara apabila anggota keluarga mereka dicap teroris.

Ia juga menilai bahwa selama ini, aparatur negara secara sepihak menuding siapa yang teroris dan siapa yang bukan.

“Selama ini kan Densus 88, BNPT, Polisi itu jadi penafsir tunggal. Siapa yang teroris, siapa yang bukan. Kalau mereka tembak, kemudian mati, ‘itu teroris’, padahal belum tentu,” tegasnya.

Dahnil pun mempermisalkan anak Siyono yang ayahnya dicap teroris. Menurutnya, hal itu merusak masa depan anak-anak Siyono.

“Bayangkan anak Siyono dicap teroris, gimana masa depan mereka dirusak dirampas karena tindakan yang semena-mena itu,” tukasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Hunef Ibrahim

... shares

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

“Semua Karenamu, Siyono”

Indonesia - Senin, 13/03/2017 03:33