×

Ini Kata GNPF-MUI Soal Insiden Grafis Menistakan Kalimat Tauhid

Foto: Ilustrasi yang dimuat sebuah harian lokal untuk menggambarkan pemerintah akan membubarkan HTI
... shares

KIBLAT.NET, Jakarta – Di kala umat Islam sedang dihebohkan dengan wacana pemerintah untuk membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan juga putusan sidang Ahok, salah satu koran lokal Radar Sukabumi justru melakukan tindakan yang merupakan pelecehan terhadap bendera bertuliskan kalimat Tauhid.

Dalam edisi hari Selasa (09/05), koran Radar Sukabumi menampilkan karikatur burung Garuda sedang merobek bendera putih bertuliskan kalimat Tauhid. Karikatur tendensius itu tampil dalam judul berita “Pemerintah Bubarkan HTI”.

Terkait hal ini, ketua umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI, KH Bachtiar Nasir mengatakan bahwa walaupun Radar Sukabumi sudah meminta maaf, namun hendaknya insiden ini dapat menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat.

“Walau sudah minta maaf atas kesalahan dan kekeliruan yang terjadi, dan mereka cepat mengantisipasi, saya pikir itu menjadi pelajaran bagi dia dan media-media sejenisnya, agar jangan gegabah, terutama terhadap simbol-simbol sakral umat Islam, apalagi ada tulisan tauhid,” ungkapnya pada Kiblat.net, di Jakarta, Rabu (10/05).

Ia menyebut, akhir-akhir ini banyak insiden serupa yang karenanya, kalimat Tauhid ‘laa ilaa ha Illallah’ banyak di-distorsi.

“Belakangan ini kalimat tauhid itu banyak di-distorsi, sehingga muncul rasa ketakutan melihat gambar itu, padahal ini adalah pesan damai pesan persatuan, dan pesan kemerdekaan dibalik itu semua,” tegasnya.

Sementara itu, Advokat GNPF MUI, Kapitra Ampera, menyarankan kepolisian untuk segera memproses dan menindak tegas pelaku pelecehan simbol sakral umat islam ini.

BACA JUGA  Awas, Munafik Tanpa Sadar

“Karena penistaan agama ini tidak ditindak tegas, maka muncullah orang-orang yang nyeleneh, iseng, dan memang punya niat, ya ini harusnya polisi ambil tindakan dan sikap yang tegas, jangan malah dibiarkan lagi,” tegasnya.

Dengan banyaknya insiden akhir-akhir ini yang menyangkut masalah simbol-simbol sakral Ummat Islam, ia menilai ada indikasi PKI yang tumbuh lagi.

“Terlihat jelas dengan upaya membenturkan negara dengan Ummat Islam, minimal ini prilaku ke PKI an itu,” tukasnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Hunef Ibrahim

... shares

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Awas, Munafik Tanpa Sadar

Tarbiyah Jihadiyah - Ahad, 28/05/2017 05:30

Analisis: Dibalik Pencabutan Banding Ahok

Analisis - Selasa, 23/05/2017 09:12