×

Qatar Sebut Saudi Tidak Miliki Tuntutan yang Jelas

... shares

KIBLAT.NET – Qatar belum melihat tuntutan dari Arab Saudi dan sekutunya meskipun mereka terus melakukan embargo terhadap negara tersebut, menurut Syaikh Muhammad bin Abdulrahman Al Thani, menteri luar negeri Qatar.

Dalam upaya penyelesaian konflik itu, Kuwait bekerja untuk menengahi perselisihan antara negara-negara Teluk (GCC) itu, yang dimulai hampir dua minggu yang lalu.

“Sejauh ini Kuwait belum menerima tuntutan dari negara-negara GCC mana pun atau bahkan daftar tuduhan yang disebut,” kata Syaikh Muhammad bin Abdurrahman pada hari Sabtu (17/6) dalam sebuah wawancara dengan Qatar TV.

“Kami hanya bingung dengan apa tuntutannya,” ungkapnya.

“Faktanya mereka bahkan tidak memiliki tuntutan yang jelas, yang menunjukkan bahwa semua tuduhan mereka tidak berdasar,” tambahnya.

Arab Saudi, UEA, Bahrain, bersama dengan Mesir, memotong hubungan diplomatik dan transportasi dengan Qatar pada 5 Juni. Mereka menuduh Doha mendukung “ekstremisme” dan sekutu regional mereka Iran. Qatar telah berulang kali membantahnya.

Berbicara di London pada hari Jumat, Adil Al-Jubair, menteri luar negeri Arab Saudi, mengatakan negaranya menyusun daftar “keluhan” yang melibatkan Qatar.

“Saya tidak akan menyebut tuntutan kepada mereka. Saya akan mengatakan ini adalah daftar keluhan yang perlu ditangani dan bahwa Qatar perlu diperbaiki,” katanya.

Jubair tidak merinci keluhan apa yang bisa diajukan, namun menambahkan bahwa itu akan segera dipresentasikan.

Ketiga negara Teluk Arab juga memerintahkan warga negara Qatar untuk pergi dalam waktu 14 hari, sementara warga Saudi, UEA dan Bahrain juga diberi waktu yang sama untuk meninggalkan Qatar.

BACA JUGA  Abaikan Label Terorisme, Qatar Charity Biayai Proyek Kemanusiaan di Suriah

Mereka kemudian mengeluarkan daftar 59 orang dan 12 kelompok yang memiliki hubungan dengan Qatar, menuduh bahwa mereka memiliki hubungan dengan “terorisme”.

Daftar tersebut mencakup beberapa badan amal Qatar terkemuka yang melaksanakan pekerjaan menyelamatkan jiwa di Timur Tengah dan di tempat lain, termasuk di Suriah, Yaman, Sudan dan Palestina.

Blokade tersebut telah mengganggu impor makanan dan bahan lainnya ke Qatar dan menyebabkan banyak bank asing meningkatkan usaha mereka dengan negara tersebut.

Amnesty International, kelompok hak asasi manusia, telah mengkritik langkah tersebut, menuduh negara-negara Teluk Arab mempermainkan kehidupan ribuan orang dalam perselisihan mereka dengan tetangga mereka.

Redaktur: Salem
Sumber: Al-Jazeera

... shares

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Qatar Cukup Kaya Untuk Hadapi Ancaman Blokade

Qatar - Ahad, 09/07/2017 10:51