×

Amunisi Brimob Dinilai Mematikan, Warganet Ungkapkan Ketakutan

Foto: Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto
... shares

KIBLAT.NET, Jakarta- Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto menyebut amunisi senjata yang diimpor Korps Brimob luar biasa. Bahkan, TNI pun tak memiliki senjata mematikan itu.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto menggelar jumpa pers terkait senjata Stand Alone Grenade Lancher (SAGL) impor yang dibeli Koprs Brimob baru-baru ini. Menurutnya, amunisi senjata itu mematikan.

“Amunisi yang dibeli Brimob merupakan munisi tajam, yang memiliki radius mematikan 9 meter dengan jarak capai 400 meter,” kata Wuryanto di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Selasa.

Lantas, penyataan tersebut mengundang kekhawatiran dari para netizen. Pasalnya, sebelumnya Polri mengaku bahwa senjata berjenis Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) tidak mematikan.

“Ini senjatanya bukan untuk membunuh, tapi untuk efek kejut. Modelnya memang seram, tapi sebenarnya ini laras kecil. Kalau ditembakkan dengan kemiringan 45 derajat, paling jauh jatuhnya 100 meter,” kata Kepala Korps Brimob Polri Irjen Murad Ismail.

Misalnya saja akun @desrisz yang mempertanyakan kejelasan tentang senjata ini. Pasalnya, penjelasan spesifikasi senjata yang disampaikan oleh pihak Polri dan TNI ternyata berbeda versi.

“Ada apa ini? katanya “hanya” efek kejut (kata pak pol) tp TNI mengkonfirmasi peluru tajam dan berefek mematikan…. eng ing enggg,” ujarnya.

Permintaan yang sama juga disampaikan oleh akun @arifirifian. Ia meminta Polri untuk memberikan klarifikasi berkenaan spesifikasi senjata yang sebenarnya.

“Silahkan klarifikasi lg pak polisi, jgn rakyat dibodohi dg press conference anda soal amunisi itu kmaren..,” tulisnya.

Perbedaan pernyataan dari TNI dan Polri tentang senjata SAGL terus mengundang pertanyaan. Menurut akun @utie, jika sekelas senjata yang disebut mematikan, kenapa tidak dimiliki TNI tetapi malah jatuh ke tangan Polri.

“idiiih…koq bs seh bgtu? TNI yg kerjaannya udh ketauan menjaga NKRI aja ga punya, koq mereka yg biasa aja bs punya? ,” tulisnya.

Selain itu, beberapa netizen juga mengungkapkan ketakutan terkait amunisi yang konon mempunnyai radius mematikan 9 meter dan jarak capai hingga 400 meter tersebut.

“Ngeri juga ya. Koq bisa senjata brimob lebih mematikan dr pd TNI.,” ujar akun Felix Siga.

Saat ini, sebanyak 5.932 butir peluru yang dibeli Polri dengan kaliber 40 x 46 milimeter itu sudah digeser ke Gudang amunisi milik Mabes TNI yang sebelumnya sempat ditahan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

 

Reporter: Muhammad Furqon
Editor: Syafi’i Iskandar

... shares

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Begini Komentar Netizen Soal Insiden Brimob di Blora

Indonesia - Kamis, 12/10/2017 06:50

Kisruh Senjata TNI-Polri, IPW Salahkan Regulasi

Indonesia - Rabu, 11/10/2017 14:02