×

Begini Komentar Netizen Soal Insiden Brimob di Blora

Foto: Sosial Media
... shares

KIBLAT.NET, Jakarta – Kabar duka terdengar dari tiga anggota Brimob yang tewas setelah ditembak oleh rekanya sendiri. Kejadian tersebut terjadi ketika tiga anggota Korps Baret Biru Tua tersebut bertugas di lokasi pengeboran minyak PT Sarana Gas Trembul di Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Hal itupun dikonfirmasi oleh Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono di Semarang, Rabu, (11/10).

“Mereka ini merupakan bagian dari enam anggota Brimob yang diperbantukan untuk menjaga proyek vital nasional itu, ketiga korban tewas itu, masing-masing Bripka BT, Brigadir BW, dan Brigadir AS,” ujarnya seperti yang dikutip dari kantor berita Antara.

Melihat kejadian tersebut, banyak netizen yang mengaitkan dengan senjata kejut yang akan diberikan oleh Brimob.

Salah satunya budi_simbud dengan akun @simbud yang menilai bahwa akan lebih banyak korban lagi jika Brimob di persenjatai dengan jenis SAGL yang mempunyai spek lebih tinggi.

“Setelah menganiaya para wartawan kemaren. Sekarang begini…ada apa dengannya…coba bawa senjata SAGL,..bisa bisa banyak korban..efek kejut,” ujarnya.

Komentar sama juga diungkapkan oleh Ulba yang meminta agar Polisi tak diberi senjata yang mempunyai efek lebih tinggi karena mengkhawatirkan.

“Semakin kuat mengapa polis tidak seharusnya membawa senjata kaliber tinggi.,” ujarnya.

Ediarta Isra Bastian juga menilai bahwa polisi belum pantas diberi senjata lebih canggih lagi.

“Tak pantas diberi senjata yg lebih canggih, bisa habis rakyat…,” ungkapnya.

Tak sedikit netizen yang memberikan saran agar polisi tak dikasih senjata, karena banyaknya kasus polisi yang menembak rekan sendiri.

“Sudah lah polisi jangan di kasih senjata..sudah bnyak kasus polisi nembak rekan sendiri.,” ujar akun Hirvy Sarmento.

Hal sama juga diungkapkan oleh @ekoyepe yang menyarankan agar dikasih pentungan saja karena menilai mental polisi belum kuat dipersenjatai.

“Kasih pentungan ajalah….mentalnya belum mampu pegang senjata api,” ungkapnya.

Reporter: Furqon Amrullah
Editor: Hunef Ibrahim

... shares

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga