×

Majelis Hakim dan JPU Sidang Terorisme Jaringan Klaten Dinilai Langgar KUHAP

Foto: Ilustrasi
... shares

KIBLAT.NET, Jakarta – Karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak bisa menghadirkan saksi dari terdakwa terorisme Winarno dan Murjianto, pihaknya membacakan sendiri BAP para terdakwa. Dalam hal ini, pengacara Winarno dan Murjianto, Farid Ghozali menegaskan Hakim dan JPU melanggar KUHAP.

“Menurut kami, putusan majelis hakim dan saudara penuntut umum untuk membacakan keterangan saksi di persidangan ini melanggar ketentuan KUHAP pasal 162,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Rabu (11/10).

Ia juga menjelaskan bahwa dalam pasal 162 ayat 1 KUHAP, keterangan saksi dibacakan di persidangan ada beberapa syarat. Pertama harus sudah bersumpah ketika dalam penyidikan. Jadi, kata dia, jika belum disumpah tidak bisa dibacakan. Kedua ada kedaaan mereka meninggal. Ketiga, jauh tempatnya, atau kepentingan negara, dia tidak bisa hadir.

“Jadi menurut hemat saya sikon para saksi yang dibacakan tadi tidak memenuhi ketentuan pasal 162 ayat 1 KUHAP. Karena semua saksi berada dalam Lapas,” tegasnya.

Farid juga menambahkan bahwa karena JPU maupun Majelis Hakim itu melanggar ketentuan KUHAP. Maka, kejadian ini akan ia tuangkan dalam pledoi nanti. “Kami pun sudah keberatan dengan upaya keberatan itu. Karena jelas pelanggaran KUHAP,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa sebenarnya, benar atau tidaknya keterangan saksi adalah apa yang ada dalam persidangan. Bukan yang tercantum dalam Berita Aacara Perkara (BAP).

“Kita ingin menguji kebenaran itu. Apakah dalam BAP ini benar adanya. Saksi dihadirkan di persidangan untuk menguji kebenaran BAP,” tandasnya.

Farid menunjukkan, saksi yang rencananya dihadirkan itu Suyata, Joko Ardianto dan Dwi Gunawan. Ketiganya sudah divonis dan sedang menjalani masa tahanan. Ia pun heran terhadap alasan JPU tidak bisa menghadirkan karena kurang personil.

Kedua terdakwa ditangkap atas tuduhan terorisme jaringan Klaten. Agenda sidang mendengar saksi-saksi memberatkan yang dijadirkan oleh JPU.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Hunef Ibrahim

... shares

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Pisau Sembelih Sapi Jadi Barang Bukti Terorisme

Indonesia - Jum'at, 21/04/2017 07:46