×

Soal Operasi Turki di Idlib, Apa Kata FSA?

Foto: Kepala Biro Politik Brigade Mu'tasim, Mustafa Segri.
... shares

KIBLAT.NET, Idlib – Kepala Biro Politik Brigade Mu’tasim, kelompok oposisi utama di Efrat Shield yang didukung Turki, berharap Haiah Tahrir Syam (HTS) akan menyerahkan poin pengamatan kepada tentara Turki untuk melaksanakan kesepakatan gencatan senjata guna menghindari peningkatan militer.

Mustafa Segri menunjukkan bahwa AS mendukung operasi Turki di Suriah utara, namun belum memberikan dukungan militer sejauh ini. Senin dini hari, pasukan Turki memulai kegiatan pengintaian di Idlib sebagai bagian dari kesepakatan internasional untuk menetapkan zona de-eskalasi.

Operasi di wilayah barat laut, yang berbatasan dengan provinsi Hatay Turki, diluncurkan pada hari Ahad di bawah kesepakatan yang disepakati dengan Rusia dan Iran selama perundingan damai Astana jilid 6.

FSA menjadi pemimpin di lapangan atas operasi tersebut. Sedangkan misi Turki adalah memberikan dukungan logistik dan cakupan udara jika harus terjadi pertempuran. Mustafa Segri memberikan sejumlah penjelasan dalam sebuah wawancara dengan reporter Zaman el-Wasl.

“Apa yang kita lakukan hari ini di Idlib adalah operasi penyelamatan untuk kota dan untuk melindungi warga dan untuk menghentikan proyek-proyek asing, serangan dan penghancuran kota dengan dalih memerangi terorisme,” katanya ketika ditanya tentang peran FSA dalam operasi Turki di Idlib.

Segri kemudian mengklaim bahwa mengakhiri kontrol HTS di Suriah untuk melayani kepentingan rakyat dan revolusi Suriah. Ia mengatakan bahwa HTS telah melakukan konspirasi terhadap pejuang Suriah dan menuduh kelompok itu menyenangkan proyek Iran.

“Dengan mengakhiri kontrol HTS, kami telah mengurangi jalan menuju proyek yang bercita-cita untuk memperluas dan membagi Suriah dengan dukungan internasional,” ujarnya.

FSA ditengarai akan diberikan wewenang di Idlib dan mengendalikan kota jika HTS dapat dinetralisir melalui operasi yang digalakkan Turki. Ketika disinggung hal itu, Segri mengatakan bahwa FSA memiliki tujuan tersendiri dan menyangkal hanya memenuhi kemauan Turki.

“Tidak ada yang mampu menetralisir (FSA) dan mencegahnya untuk memaksakan kontrolnya terhadap Idlib dan melindungi rakyatnya, termasuk Turki. Turki tidak akan campur tangan jika (FSA) tidak ada di sana. Kami tidak menyangkal dukungan yang diberikan Turki kepada kami. (Namun) Kami tidak menerima bahwa operasi tersebut digambarkan hanya sebagai kemauan Turki, tapi ini adalah keinginan Suriah,” jelasnya.

Lebih lanjut ketika disinggung hubungan dengan Amerika Serikat, FSA tidak menolaknya. “Pihak Amerika menghubungi kami dan memberi tahu kami tentang dukungan mereka untuk operasi tersebut. Namun, tidak membicarakan dukungan militer atau dukungan udara,” kata Segri.

Sementara ketika dihubungan dengan Rusia, FSA membantah. “Media┬ámelaporkan bahwa ada kesepakatan mengenai dukungan udara Rusia untuk operasi militer. Kami benar-benar menyangkal hal ini, dan kami mengatakan bahwa Rusia adalah negara pendudukan yang mendukung terorisme dan kami sama sekali tidak dapat bekerja sama dengan Rusia,” ujarnya.

Lebih lanjut, ketika ditanya bagaimana langkah FSA jika HTS memutuskan untuk bertempur di Idlib, Segri mengatakan akan berusaha agar hal itu tidak terjadi.

“(Namun) jika HTS memutuskan untuk menyerang dan menghalangi penyebaran dan mencegah sekutu Turki menyiapkan titik observasi, maka akan dijawab secara langsung,” pungkas Segri.

Sumber: Zaman el-Wasl
Redaktur: Ibas Fuadi

... shares

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Turki Terus Pantau Idlib melalui Perbatasan

Turki - Senin, 20/11/2017 09:05

Rezim Suriah Tuntut Turki Tarik Pasukan dari Idlib

Suriah - Selasa, 17/10/2017 06:15

Militer Turki Mulai Masuk Idlib

Suriah - Jum'at, 13/10/2017 07:10