Mujahidin di Pedesaan Idlib Luncurkan Serangan Balik

Foto: Pejuang Ahrar Al-Syam di pedesaan Idlib/ilustrasi

KIBLAT.NET, Idlib – Mujahidin Suriah, Rabu malam (10/01), meluncurkan serangan balasan terhadap militer Suriah dan milisi sekutunya yang bergerak ke bandara militer Abu Dzuhur di pedesaan Idlib. Serangan ini membuat militer tak meraih kemajuan sedikitnya.

Lembaga pengawas HAM Suriah (SHOR), operasi malam hari itu diluncurkan oleh faksi-faksi pejuang yang berada di dalam kompleks Abu Dzuhur, terutama Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS) bekerja sama dan faksi Hizb Al-Islamy At-Turkistani (HIT). Pertempuran ini dinamai dengan sandi “Sesungguhnya Allah mampu memberi pertolongan”.

Direktur SHOR, Rami Abdurrahman menunjukkan pejuang menyerang militer dari front selatan bandara terbesar di Suriah utara itu. Sedikitnya 35 tentara rezim tewas akibat serangan ini.

Pertempuran kembali berkobar pada Kamis pagi (11/01) di garis luar bandara. Faksi HIT dan Ahrar Al-Syam mencoba memukul mundur militer Suriah dari perbatasan administrasi Idlib dan Hama. Langkah ini untuk mengurangi tekanan terhadap Abu Dzuhur.

Perang berlangsung sengit di sisi selatan Abu Dzuhur. Jet tempur Rusia dan Suriah bergantian membombardir posisi mujahidin.

Faksi oposisi yang berada di luar Abu Dzuhur tak ketinggalan. Mereka menyambut pertempuran itu dengan membuat ruang operasi bersama dengan sandi “Menghadang Tiran”. Yang bergabung dalam ruang operasi ini faksi-faksi di bawah naungan Free Syrian Army (FSA). Mereka terdiri dari Jaisyun Nasr, Faylaq Al-Syam, Jaisy Idlib Al-Hurr, Jaisy Nukbah dan Jaisyul Tsani.

BACA JUGA  Rezim Assad Tangkapi Para Komandan Rekonsiliasi di Daraa

Pertempuran itu juga disambut oleh Jaisyul Ahrar, Jaiysul Izzah dan Nurudin Zanky. Mereka membuka front di garis wilayah kontrol masing-masing.

Jaringan TV Orient News melaporkan, faksi “Menghadang Tiran” berhasil merebut sejumlah desa dan kota yang menuju Abu Dzuhur dari militer Suriah. Desa dan kota itu terlepas dalam beberapa hari terakhir akibat kampanye militer rezim yang didukung kekuatan udara Rusia.

Portal Enabbaladi.net, melansir dari sumber pejuang, menyebutkan bahwa faksi “Menghadang Tiran” berupaya memutus jalur logistik militer Suriah yang berada di dekat Abu Dzhur. Sehingga, militer rezim di front depan itu terisolasi.

Namun kondisi berubah pada Kamis siang. Rezim menurunkan kekuatan udara sehingga membuyarkan pertahanan pejuang. Sebanyak lima desa lebih yang berhasil direbut akhirnya kembali jatuh ke tangan militer Suriah. Strategi mengisolasi militer Suriah yang berada di front depan pun gagal.

Perlu diketahui, Abu Dzuhur yang direbut oleh pejuang HTS pada 2015 merupakan bandara militer terbesar di Suriah utara. Bandara ini sangat penting bagi rezim untuk mendukung operasi di wilayah Idlib. Beradanya bandara ini di bawah kontrol pejuang memaksa jet Suriah menempuh perjalanan jauh untuk melakukan serangan ke Idlib.

Sumber: Orient News, Enabbaladi
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Sel Pembunuh Misterius Masih Berkeliaran di Idlib

Suriah - Kamis, 03/05/2018 09:24

Pejuang Suriah Kembali Amankan Abu Dzuhur

Suriah - Selasa, 23/01/2018 09:12