Poligami dan Nikah Siri Dijerat Pasal? Ini Kata Pakar Hukum

Foto: Ilustrasi. (Ilgiomale)

KIBLAT.NET, Jakarta – Pakar hukum pidana dari UII Yogyakarta, Muzakir menegaskan bahwa poligami dan nikah siri tidak bisa dipidana. Ia juga membantah pendapat peneliti Institute for Criminal Justice Reform (ICJR), Ajeng Gandini bahwa perluasan pasal zina dapat menyasar pelaku nikah siri dan poligami.

Muzakir menjelaskan bahwa nikah siri dan poligami jelas secara praktik dan sah di mata agama, seperti adanya saksi, wali meskipun tidak tercatat secara resmi. Ia pun menolak perluasan pasal zina mengarah pada nikah siri dan poligami.

“Prinsip nya itu begini, nikah siri dan poligami nggak akan dipidana, karena untuk mengukur penyimpanan seksual adalah dengan UU perkawinan. Kalau poligami itu sejalan dengan UU perkawinan ya sah-sah saja, bisa dibaca pasal 3 mengatakan boleh untuk poligami, yang tidak boleh itu poliandri, prinsipnya seperti itu,” ungkap Muzakkir usai mengisi seminar kebangsaan bertema: Zina dan LGBT dalam Tinjauan Konstitusi, Gedung Nusantara V MPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (06/02/2018).

Sebaliknya, Muzakir menilai yang harusnya dikenai perluasan pasal zina adalah pelaku pasangan yang melakukan zina meski suka sama suka. Lalu soal persoalan tidak tercatatnya pernikahan siri secara resmi, Muzakir mengungkapkan selama dokumen dan saksi yang sah jelas adanya, maka tidak menjadi masalah.

“Penegasan lebih lanjut itu adalah bagaimana jika poligami yang tidak tercatat kan. Kan penting ada dokumen, karena nanti itu jangan sampai kedepannya dituduh kumpul kebo atau dituduh berzina padahal dia sudah menikah. Karena tidak bisa menunjukkan bukti-bukti suratnya,” ujar Muzakir.

BACA JUGA  6 Kasus Ini Dinilai Penyebab Novel Baswedan Disiram Air Keras

“Namun ada saksi sah dalam nikah siri maupun poligami. Karenanya harus ada usulan lebih lanjut dalam konteks itu tentang status poligami yang sebagiannya itu dilakukan dengan nikah siri itu harus dilakukan penegasan saja, diatur bukti-buktinya apa, agar tidak bisa dikenakan pasal zina, atau mungkin pasal-pasal lain terkait kesusilaan,” tukasnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Syafi’i Iskandar

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Poligami, Syariat Islam yang Dinodai

Suara Pembaca - Senin, 24/12/2018 11:41

Poligami, Ijma Ulama yang Digugat PSI

Manhaj - Kamis, 20/12/2018 21:08