×

Gempuran ke Idlib Berhenti, Ada Apa?

KIBLAT.NET, Idlib – Ahad (11/02/2018), provinsi Idlib tiba-tiba sepi dari serangan udara jet tempur Rusia dan Suriah, yang selama satu setengah bulan terakhir intens membombardir provinsi tersebut. Tak terdengar dentuman bom atau raungan mobil ambulan yang hampir setiap hari mondar-mandir mengevakuasi korban.

Jaringan berita Suriah yang dikelola oposisi, Shaam Network, melaporkan bahwa langit kota Idlib sepi dari suara raungan pesawat terbang dan bau mesiu dan pertumpahan darah yang ditinggalkan oleh mesin perang Rusia sepanjang Ahad. Selama 45 hari Idlib dibombardir tiap hari.

Aktivis Idlib mengatakan bahwa mereka tidak mencatat adanya serangan darat atau pemboman oleh pesawat militer Rusia atau Assad sepanjang Ahad. Hari itu menandai hari pertama ketenangan di provinsi tersebut setelah sebuah kampanye udara kekerasan yang dimulai pada 25 Desember 2017.

Aktivis sosial media menghubungkan hal itu dengan dua alasan penting. Pertama, serangan Israel yang menargetkan bandara rezim dan posisi militer Iran serta situasi tegang di selatan Suriah dengan entitas Zionis.

“Rezim dan Rusia terancam oleh penargetan berulang-ulang entitas pendudukan Israel ke salah satu bandara militer rezim tersebut,” kata mereka.

Alasan kedua adalah “konsentrasi pasukan Turki di poin kelima di zona de-eskalasi dan awal penerapan sebenarnya wilayah tanpa kekerasan di pedesaan Idlib. Militer Turki sudah menempati daerahAl-Ais dan bukit Tukan di pedesaan timur Idlib.”

BACA JUGA  Suriah Kampanyekan Tafsir Baru Al-Qur'an Ala Bashar Assad

Perlu dicatat bahwa kampanye pengeboman terus menerus dari rezim tersebut satu setengah bulan yang lalu, menewaskan 400 warga sipil dan melukai ratusan lainnya, serta penghancuran rumah sakit medis.

Sumber: El-Dorar, Shaam Network
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Sensus: Hampir Empat Juta Jiwa Tinggal di Idlib

Suriah - Selasa, 14/08/2018 08:58