6 Hari Serangan Rezim di Ghautah: Lebih 240 Jiwa Melayang

Foto: Warga sipil Suriah di Ghouta Timur menyelamatkan diri dari pemboman rezim Bashar Assad

KIBLAT.NET, Damaskus – Terhitung sejak 5 Februari 2018, serangan udara dari Bashar Al Assad dan Rusia di Ghouta semakin intensif. Korban jiwa dan luka pun melonjak drastis.

Ghouta daerah yang berbatasan langsung dengan Damaskus. Wilayah yang sejak lama dikepung oleh pasukan rezim itu dikabarkan mengalami krisis terutama soal pangan. Kondisi tersebut kini diperburuk dengan serangan udara yang semakin meningkat.

Korban jiwa dikabarkan telah mencapai 245 warga sipil termasuk puluhan anak-anak. Serangan sempat terhenti pada Sabtu (10/02/2018) ketika adanya rudal Israel yang menyasar Damaskus. Namun itu tak berlangsung lama.

Pada Sabtu malam serangan udara kembali menyasar daratan Ghouta. Enam orang tewas dan lebih dari 50 orang mengalami luka, menurut laporan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Kemanusiaan yang berbasis di Inggris.

Menurut Kepala Observatorium, Rami Abdel Rahman dari enam korban, lima diantaranya tewas di kota Douma. Sejumlah negara telah menyatakan kekhawatirannya atas kondisi yang dialami Ghouta Timur.

Ditaksir, 400.000 jiwa terkepung di Ghouta sejak tahun 2013. Akibat itu, lembaga kemanusiaan kesulitan untuk menyalurkan bantuan ke Ghouta Timur. Sehingga, penduduk setempat dihadapkan dengan krisis makanan dan obat-obatan.

Sumber: Middle East Eye
Redaktur: Syafi’i Iskandar

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Pengusiran Warga Ghouta Timur Dimulai

Suriah - Jum'at, 16/03/2018 14:16