Bawaslu Awasi Khutbah, Yunahar Ilyas: Muslim Pilih Muslim

Foto: Prof. Dr. Yunahar Ilyas

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Tarjih dan Tabligh, Prof Yunahar Ilyas turut menyoroti wacana pengawasan materi khutbah Jumat oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). Menurutnya, khutbah Jumat merupakan syiar keagamaan dan sehingga Bawaslu harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan umat Islam.

Yunahar juga menambahkan, bagi pemilih Muslim tetap harus mempertimbangkan kejujuran dan kemampuan tokoh pilihannya. Selain itu pertimbangan pemilih berdasarkan agama tidak kalah penting.

“Panduan yang mendidik pemilih, seperti memilih harus dengan pertimbangan mandiri, jika seorang Muslim maka pertimbangannya adalah dengan agamanya. Pilihlah pemimpin yang sesuai dengan kriteria agama yaitu Muslim yang jujur yang punya kemampuan dan bisa diterima dan bisa dipercaya,” ungkap Yunahar usai rapat pimpinan MUI di Jl.Proklamasi, Jakarta, Selasa (13/02/2018).

Sejauh ini, belum ada komunikasi resmi dari Bawaslu terkait wacana tersebut baik kepada MUI dan Muhammadiyah. Yunahar berharap agar masalah ini dapat dilimpahkan kepada ormas-ormas Islam di Indonesia.

“Terkait rencana itu (materi Khotbah Bawaslu, red) belum ada komunikasi dengan Muhammadiyah. Akan lebih baik jika ada konsultasi dulu dengan MUI, Muhammadiyah dan NU terkait rencana ini,” sambungnya Yunahar.

Ia juga meminta agar Bawaslu terlebih dahulu berkonsultasi kepada ormas-ormas Islam terkait wacana tersebut, terutama MUI, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Hal ini dinilai penting, mengingat Indonesia merupakan negara yang memberi kebebasan dalam menyampaikan khutbah.

BACA JUGA  Ratusan Anak Yatim Piatu Diberi Santunan di Acara YIFest

“Kalau di sini kita bebas, hanya saja kita menghargai kalau Bawaslu ingin membuat materi khutbah dalam rangka pemilu yang adil, jujur tapi karena ini khutbah dan merupakan syiar keagamaan, akan lebih baik Kalau Bawaslu berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia, Muhammadiyah dan NU,” ungkapnya.

Yunahar juga menambahkan, kerjasama Bawaslu dan ormas Islam dalam wacana ini harus terjalin. Agar tidak timbul kerasahan dan persoalan dari masyarkat atas terlibatnya Bawaslu dalam urusan syiar-syiar Islam.

“Syukur-syukur nanti dibuat pengantar dari MUI. Sehingga, dia lebih otoritatif sehingga nanti orang tidak bilang ini kan khutbah Jumat kok Bawaslu yang buat, tapikan kalau kerjasama dengan lembaga-lembaga yang otoritatif keagamaan itu mungkin nanti bisa dipatuhi,” tukasnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Syafi’i Iskandar

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Muhammadiyah Siap Bantu Korban Gempa Sulteng

Indonesia - Ahad, 30/09/2018 11:46