Warga Ghouta Timur Tak Lihat Cahaya Matahari Tiga Pekan

Foto: Proses evakuasi korban serangan rezim di Ghouta Timur

KIBLAT.NET, Damaskus – Mayoritas keluarga di Ghouta Timur, pedesaan Damaskus, tak melihat terangnya cahaya siang selama dua atau tiga pekan. Mereka berlindung di ruang bawa tanah rumah masing-masing untuk menghindari gempuran pasukan rezim.

Demikian disampaikan juru bicara Komite Palang Merah Internasional (ICRC), Angie Sedki, pada Ahad (11/03) seperti dinukil BBC Arabic. Kondisi di kota yang terblokade itu sangat memprihatinkan.

Dia menggambarkan, situasi medis di Douma dan wilayah Ghouta Timur sangat sulit. Banyak rumah sakit terkena bom dan dokter-dokter tak bisa lagi menghadapi tekanan serangan.

Pernyataan pejabat Palang Merah ini keluar saat pasukan pemerintah terus membom Ghouta Timur, yang dikendalikan oleh oposisi bersenjata, dan pertempuran sengit berlanjut di lapangan. Pertarungan paling sengit berpusat di sekitar kota basis faksi Faylaq Ar-Rahman.

Sejumlah informasi menyebutkan, dewan kota tengah membahas untuk menjalin kesepakatan yang memungkinkan warga meninggalkan kampung halaman dengan aman ke wilayah oposisi lain. Namun Faylaq Ar-Rahman dalam pertanyaannya menolak segala kesepakatan menyerahkan Ghouta Timur kepada rezim.

Sementara itu, militer Suriah dengan didukung milisi sekutu dan Rusia terus meraih kemajuan. Saat ini mereka berhasil memperketat blokade terhadap kota Duma di Utara Ghouta Timur setelah memecah Ghouta menjadi dua bagian.

Militer Suriah membagi-bagi wilayah Ghouta Timur bertujuan untuk memutus pasokan senjata pejuang Suriah antara wilayah. Tentara ingin merebut Ghouta sedikit demi sedikit. Strategi ini dipilih karena medan di wilayah itu menguntungkan pejuang sehingga sulit untuk ditaklukkan.

BACA JUGA  Pesawat Tempur Mulai Serangan Intensif ke Idlib

Sumber: BBC Arabic
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga