Partai Aceh Tegas Tolak Investasi BPKH di Tanah Wakaf Baitul Asyi Mekah

Foto: Partai Aceh

KIBLAT.NET, Jakarta – Partai Aceh menolak rencana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI yang akan berinvestasi di atas tanah wakaf Aceh atau Baitul Asyi di Arab Saudi.

Juru bicara Partai Aceh, Syardani M. Syarif mengatakan wakaf Baitul Asyi diikrarkan Habib Abdurrahman atau Habib Bugak Asyi pada 1224 Hijriah di hadapan Hakim Mahkamah Syariah Makkah adalah Waqaf Muqoyyad (waqaf bersyarat.red), dan bukan Waqaf Mutlaq. Artinya, Baitul Asyi diwaqafkan untuk seluruh Rakyat Kerajaan Aceh Darussalam hingga hari kiamat, yang tidak bisa berpindah tangan kepada siapapun kepemilikannya dan pengelolaannya.

“Jadi sampai saat ini tanah waqaf tersebut adalah milik sah rakyat Aceh yang tidak bisa dialihkan kepemilikannya kepada siapapun selama masih ada rakyat Aceh,” katanya dalam rilis yang diterima Kiblat.net pada Ahad (10/03/2018).

“Oleh sebab itu, Partai Aceh (PA) menolak tegas rencana BPKH RI untuk mengambil alih pengelolaan Tanah Waqaf Aceh di Arab Saudi,” imbuh Syarif.

Dia menjelaskan tanah wakaf yang berasal dari sebuah rumah di depan Ka’bah ini sudah berkembang menjadi beberapa buah hotel dan apartemen yang mampu menampung lebih 12.000 jamaah. Total asetnya diperkirakan sekitar 300 juta Riyal atau mencapai Rp. 1 Triliun lebih.

“Waqaf selama ini dikelola oleh Dewan Nadzir Waqaf Habib Bugak yang penunjukannya sejak awal langsung oleh Habib Bugak dan diteruskan oleh keturunan Nadzir sebelumnya dari Ulama Aceh di Makkah,” ucapnya.

BACA JUGA  Pengacara: Habib Bahar Diperiksa Polisi Sebagai Saksi

Syarif meminta kepada presiden Joko Widodo agar dapat meninjau kembali rencana BPKH RI, untuk mengambil alih pengelolaan Tanah Waqaf Aceh di Arab Saudi tersebut. Ia juga menghimbau kepada Pemerintah RI agar tidak mengganggu aset milik Rakyat Aceh dimanapun berada.

“Kami menegaskan,Partai Aceh bersama rakyat Aceh akan berjuang sekuat tenaga untuk mempertahankan hak Rakyat Aceh tersebut,” tandasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Imam S.

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga