Cegah Spionase, Dephan Australia Larang Penggunaan Aplikasi Chatting Buatan Cina

Foto: Aplikasi WeChat

KIBLAT.NET, Canberra – Departemen Pertahanan Australia melarang staf dan karyawannya untuk mengunduh dan menggunakan aplikasi berbagi pesan buatan Cina, WeChat.

Departemen Pertahanan Australia mengeluarkan larangan itu sebagai bagian dari kekhawatiran yang berkembang terkait aktivitas spionase Cina di Negeri Kanguru. Pihak Departemen Pertahanan menyatakan masih membolehkan penggunaan Facebook dalam skala terbatas, tapi tak memberikan toleransi pada aplikasi chatting WeChat.

“Departemen Pertahanan tidak mengizinkan dan mendukung penggunaan perangkat lunak yang tidak sah, termasuk aplikasi media sosial WeChat pada perangkat telepon di departemen,” kata seorang juru bicara Departemen Pertahanan Australia, seperti dikutip The Australian Financial Review, Ahad (11/03/2018).

Juru bicara yang tak disebutkan identitasnya itu menambahkan pihaknya saat ini tengah melakukan “penilaian keamanan” pada aplikasi WhatsApp. Dia menolak memberikan penjelasan lebih lanjut terkait pelarangan WeChat.

Keputusan itu diambil setelah sebelumnya badan intelijen Australia mengatakan pihaknya “kewalahan” dengan kegiatan spionase asing. Sementara, kepala Departemen Pertahanan, Dennis Richardson menyebut mata-mata China “sangat aktif” di negaranya.

Seorang ahli keamanan siber yang dekat dengan pemerintah Australia menilai kekhawatiran tentang weChat bukan hanya terkait hubungan dekat aplikasi itu dengan Cina. Namun, hal itu juga terkait dengan potensi eksploitasi terhadap data pengguna.

“Yang harus dipahami adalah aplikasi seperti WeChat memiliki kemampuan lebih tinggi untuk mengumpulkan dan memantau data,” katanya.

BACA JUGA  Pasukan Australia Dilaporkan Terlibat Kejahatan Perang di Afghanistan

“Mereka (Departemen Pertahanan) akan sangat gugup ketika aplikasi dipasang dalam sebuah perangkat yang kemudian dapat mengakses sebuah jaringan militer rahasia,” imbuh ahli itu.

Sumber: afr.com
Redaktur: Imam S.

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Kampus di Australia Gempar Gara-gara Durian

Australia - Senin, 30/04/2018 13:25