Soal Investasi BPKH di Tanah Wakaf Rakyat Aceh, MUI: Kalau Ditolak Berarti Nggak Boleh

Foto: Katua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ma'ruf Amin

KIBLAT.NET, Jakarta – Rakyat Aceh menolak rencana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI yang akan berinvestasi di atas tanah wakaf Aceh atau Baitul Asyi di Arab Saudi. Menanggapi hal ini, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ma’ruf Amin menegaskan bahwa jika ada penolakan dalam kebijakan tersebut, maka tidak bisa dilanjutkan.

“Kalau ditolak dan mereka (rakyat Aceh.red) nggak mau, berarti nggak boleh. Harus ada kesepakatan,” katanya kepada Kiblat.net di Gedung MUI Pusat, Jakarta pada Selasa (13/03/2018).

Kiai Ma’ruf menjelaskan bahwa selain harus ada kesepakatan, sebuah investasi juga harus ada kejelasan. Selain kejelasan terkait bentuk investasi, harus ada juga kejelasan bentuk pengembalian nantinya.

“Bentuknya apa nanti, nah yang penting itu. Dana itu nanti bisa kembali, kembalinya seperti apa. Saya kira kerjasamanya dengan siapa, saya kira nggak ada masalah kalau kita melakukan investasi. Namun, bagaimana perencanannya itu harus matang lah,” ucapnya.

Ketua MUI mengatakan kerjasama dalam investasi boleh-boleh saja sepanjang menguntungkan. “Tetapi kan harus ada kesepatakan antara pemerintah dan pemilik tanah wakaf dan izin pemerintah sana,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyatakan berencana akan melakukan investasi di atas tanah wakaf milik rakyat Aceh di Mekah. Rencana investasi tersebut disampaikan anggota BPKH Anggito Abimanyu saat bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Ia menyebutkan bahwa investasi BPKH berupa pembangunan hotel di tanah wakaf milik pemerintah Aceh di tanah suci.

BACA JUGA  Istri Ketua RT di Sidoarjo: Suami Saya Bukan Teroris, Semua Warga Siap Bersaksi

“Kami akan melakukan kerja sama dengan IDB dan juga akan bertemu dengan beberapa pihak investor di Arab Saudi, untuk melakukan administrasi yang paling dekat adalah dengan tanah wakafnya Aceh di Mekah kemudian ada beberapa kesempatan-kesempatan investasi Arab Saudi yang lain,” ujar Anggito.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Imam S.

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga