Arab Saudi Akan Gali Kanal Laut yang Memotong Semenanjung Qatar

Foto: Peta Qatar

KIBLAT.NET, Riyadh – Arab Saudi berencana akan menggali sebuah kanal laut sejauh 60 km di sepanjang perbatasan negara kerajaan tersebut dengan Qatar. Jika proyek ambisius itu benar-benar terwujud, maka secara efektif akan mengubah semenanjung kecil yang merupakan wilayah negara Qatar menjadi sebuah pulau. Demikian situs berita lokal Arab Saudi, Sabq, melaporkan pada hari Kamis (05/04/2018).

Menurut Sabq, jika otoritas Saudi menyetujui maka dijadwalkan proyek akan selesai dalam waktu 12 bulan. Selain itu, mega proyek ini rencananya akan dikerjakan oleh sebuah konsorsium yang terdiri dari sembilan investor lokal dengan total biaya senilai 2,8 milyar riyal Saudi (sekitar US$ 750 juta).

Merujuk pada laporan Sabq, kanal atau terusan baru ini katanya akan membuka peluang bagi dunia pariwisata, termasuk akan menciptakan garis pantai baru untuk pembangunan hotel-hotel dan sejumlah resort pantai. Lima mega-hotel dan sejumlah resort, termasuk dua pelabuhan baru akan dibangun dan terintegrasi dengan proyek tersebut.

Dengan panjang 60 kilometer, lebar 200 meter, dan kedalaman 15 hingga 20 meter, kanal Saudi-Qatar ini memungkinkan untuk dilewati kapal-kapal kargo ukuran sedang maupun kapal penumpang.

Walaupun diklaim akan meningkatkan peluang di sektor wisata, sejumlah pihak melihat mega proyek Arab Saudi ini terkait dengan perkembangan geopolitik kawasan. Musim panas tahun lalu, Arab Saudi bersama sejumlah negara Arab lainnya, seperti Mesir, Uni Emirat Arab, dan Bahrain secara kolektif memutuskan hubungan dengan Qatar. Implikasinya, memicu sebuah krisis yang merupakan salah satu krisis terbesar abad ini dalam konteks hubungan antar negara-negara Arab.

BACA JUGA  Yusril: Pembubaran HTI Bertentangan dengan Undang-undang

Sumber: World Bulletin
Redaktur: Yasin Muslim

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Arab Saudi CS Keukeuh Qatar Harus Penuhi 13 Tuntutan

Arab Saudi - Jum'at, 13/04/2018 15:05