Ini Alasan Aparat Minta Data Dosen dan Khatib di STIE Ahmad Dahlan

Foto: Pertemuan perwakilan STIEAD, Engel Hartia Bhayangkara, dengan kepala aparat setempat

KIBLAT.NET, Jakarta – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ahmad Dahlan (STIEAD) Tangerang menayakan perihal alasan Polisi dan TNI meminta data dosen dan Khatib Jumat di lingkungan kampus. Aparat mengaku, permintaan data itu terkait program “Jumat Keliling Polisi” dan kunjungan Danramil setempat.

Hal itu diungkapkan Kepala Bagian Umum STIEAD, Engel Hartia Bhayangkara, saat dihubungi Kiblat.net, Senin (09/04). Hartia juga membenarkan bahwa pihaknya mengundang Danramil untuk menjadi dosen tamu di STIEAD.

“Kalau misalnya saya mengundang, kan personal. Yang dimaksud mengundang sebagai dosen kami, tapi kenapa kok di bawahnya (anak buah-red) minta data!?” tuturnya.

Sementara itu, lanjutnya, terkait permintaan data Khatib Jumat oleh kepolisian, Hartia menyebutkan bahwa hal itu terkait program “Jumat Keliling” polisi. Namun, dia menunjukkan bahwa polisi yang datang ke kampus tidak membawa surat tugas.

“Mereka ada program Jumat keliling, berarti kan ada SOP-nya, ada surat tugas, surat permohonan. Tapi inikan surat permohonan dan surat tugas tidak ada, permintaannya aneh-aneh, yaitu data khotib,” tuturnya.

Oleh sebab itu, ia menilai ada komunikasi yang bermasalah di kalangan pihak keamanan.

“Mereka secara SOP itu ada tapi kita tidak pernah diberikan suatu surat pemberitahuan atau apapun yang lain. Jadi saya melihat ada komunikasi yang bermasalah,” tukasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Hunef Ibrahim

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri Jatuh pada 15 Juni 2018

Indonesia - Selasa, 12/06/2018 16:51