Rencana Serangan Trump ke Suriah Mengendur, Kenapa?

Foto: Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

KIBLAT.NET, Washington – Setelah pada hari Rabu (11/04) President AS Donald Trump dengan gagahnya menebar ancaman akan melancarkan serangan ke Suriah dalam waktu yang sangat dekat, kini Trump nampak mulai mlipir dan mengendurkan ancamannya tersebut. Ini terjadi hanya sehari setelah Trump memperingatkan Rusia supaya bersiap menghadapi serangan rudal AS yang ditembakkan atas perintahnya. Saat itu situasinya seolah bahwa serangan rudal-rudal Amerika bisa terjadi kapan saja.

Sekarang Trump hanya mengatakan bahwa sebuah keputusan akan dibuat “dalam waktu cepat”. Ia beralasan cuitan kemarin pada hari Rabu supaya Rusia “bersiap-siap” tidak dimaksudkan akan terjadi serangan. Dalam sejumlah komentarnya hari ini di Twitter, Trump mengatakan serangan bisa saja terjadi dalam waktu dekat atau juga tidak secepat itu. Ia pun mengungkapkan kemarahan karena tidak ada yang berterima kasih kepadanya yang sudah membersihkan wilayah-wilayah dari kelompok ISIS.

Dalam komentarnya, Menteri Pertahanan James Mattis pun mulai mengesampingkan kemungkinan akan dilancarkannya serangan dalam waktu dekat. Kepada Komisi Dinas Kemiliteran di DPR, Mattis mengatakan keputusan untuk melancarkan serangan harus diimbangi dengan pertimbangan resiko akan terjadinya eskalasi perang yang tak terkendali.

Realitanya, berbagai laporan menyebutkan bahwa setelah mengumumkan akan melancarkan serangan ke Suriah, Gedung Putih banyak menerima telepon dari berbagai pihak yang isinya sangat menentang rencana serangan tersebut. Meskipun pemerintah tidak mungkin mengakui kebijakan mereka dipengaruhi oleh opini publik, namun adanya perubahan secepat ini menunjukkan bahwa opini publik secara jelas mempengaruhi mereka.

BACA JUGA  Ramai Dikecam Karena Bela Rusia, Trump Mengaku Salah Bicara

Yang juga tidak diungkap secara terbuka adalah bahwa di titik ini ancaman akan terjadinya perang skala besar telah berhasil digagalkan atau paling tidak ditunda. Mereka yang ingin menelepon Gedung Putih pun masih tersedia sambungan ke nomor tertentu untuk menyampaikan aspirasi menentang Perang di Suriah. Ada indikasi bahwa masih ada waktu jeda yang cukup signifikan karena hampir semua panggilan telepon menentangnya. Dan memang layak untuk “delay”, mengingat potensi bencana yang akan terjadi sebagai konsekuensi perang baru Amerika di Suriah.

Sumber: Antiwar
Redaktur: Yasin Muslim

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga