Seperempat Siswa Terbaik di Turki Diproyeksikan ke Sekolah Islam

KIBLAT.NET, Istanbul – Hampir seperempat dari jumlah pelajar terbaik di seluruh Turki yang tahun ini akan memasuki tingkat sekolah yang lebih tinggi diproyeksikan melanjutkan studi ke sekolah-sekolah Imam Hatib. Demikian pernyataan resmi Menteri Pendidikan pada hari Kamis (12/04).

Sekolah Imam Hatib yang dalam bahasa Turki disebut Imam Hatib Lisesi (IHL) merupakan sekolah kejuruan setingkat SLTA yang mencetak para kader imam dan Khatib Jumat resmi yang dibiayai pemerintah. Di masa Erdogan, IHL dibangun secara besar-besaran sebagai pengganti madrasah-madrasah yang dipaksa tutup sejak era Kemal Ataturk.

Menyusul pengumuman Menteri Pendidikan tersebut, kalangan sekuler di Turki bereaksi dan mengkritik langkah pemerintah yang memprioritaskan pendidikan Islam tersebut dinilai tidak adil.

Sekitar 10 persen teratas dari para siswa terbaik Turki saat ini sedang berada di tahun terakhir sekolah menengah. Mereka semua diproyeksikan melanjutkan studi ke sekolah-sekolah favorit yang sudah terseleksi setelah melalui suatu sistem baru ujian masuk sekolah pada bulan Juni nanti. Hal itu sesuai dengan draf reformasi di dunia pendidikan sebagaimana amanat Presiden Erdogan.

Erdogan pernah mengatakan salah satu target yang ia inginkan adalah mencetak sebuah “generasi yang shalih” di negara mayoritas Muslim seperti Turki, termasuk memperbanyak jumlah siswa/pelajar di sekolah-sekolah Imam Hatib. Sekolah kejuruan IHL ini didirikan untuk mendidik & melatih para imam dan pendakwah di masa depan. Selama enam tahun terakhir, jumlah siswa yang belajar di IHL meningkat lima kali lipat hingga mencapai 1,3 juta pelajar.

BACA JUGA  Rusia dan Turki Bahas Pembentukan Komite Konstitusi Suriah di Ankara

Merujuk pada panduan sistem terbaru ujian masuk sekolah di situs resmi Kementerian Pendidikan, sekitar 300 dari 1.367 sekolah pilihan yang akan menampung siswa yang lulus seleksi ujian masuk adalah sekolah Imam Hatib.

Saat wawancara dengan penyiar CNN Turki, Menteri Pendidikan Ismet Yilmaz mengatakan secara prosentase alokasi sekolah diniyah termasuk rendah jika dibandingkan dengan 62 persen jatah untuk sekolah-sekolah umum & jurusan sains.

“Memangnya setiap siswa akan masuk ke sekolah Imam Hatib semua? Itu terlalu berlebihan”, kata Yilmaz. “Kami perkirakan yang akan ke Imam Hatib sekitar 23 persen. Dua puluh tiga persen tidak lebih besar dari 62 persen,” kata Yilmaz menjelaskan.

“Kita tidak memaksa orang lain untuk melakukan sesuatu hal. (Dan) para orang tua tidak perlu mengirim anak-anak mereka ke sekolah-sekolah khusus tertentu,” imbuhnya.

Menurut laporan Reuters edisi Januari, jumlah sekolah Imam Hatib mencapai 11 persen dari seluruh populasi sekolah menengah di Turki dan mereka menerima 23 persen alokasi dana pendidikan di tahun 2018 ini.

Sumber: Reuters
Redaktur: YasinMuslim

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga