Dewan Pers: Isi Khutbah Tidak Bisa Langsung Jadi Berita

Foto: Gedung Dewan Pers

KIBLAT.NET, Jakarta – Isi khutbah atau ceramah keagamaan sebaiknya tidak langsung disajikan secara mentah oleh kalangan pers sebagai berita. Demikian diungkapkan anggota Dewan Pers Jimmy Silalahi seperti dikutip dari Republika, Ahad (15/04/2018).

“Kami dari Dewan Pers tidak menganjurkan apa disampaikan sebagai isi khutbah langsung dihadirkan menjadi berita oleh teman-teman pers,” ujar Jimmy saat menjadi pembicara dalam acara media gathering yang diselenggarakan Bawaslu RI di kawasan Sentul, Bogor.

Jimmy mengatakan kalangan pers harus dapat menghormati substansi sebuah khutbah. Dia menilai, ceramah keagamaan bersifat privat walaupun berlangsung di tempat terbuka, atau ada media serta alat pengeras suara yang membuat ceramah itu terdengar ke mana-mana. “Kecuali kalau memang itu ceramah nonkeagamaan dan disampaikan di depan publik,” ucap dia.

Jika kalangan pers ingin mengutip sebuah ceramah keagamaan, kata Jimmy, maka materi atau isi ceramah keagamaan yang dianggap menarik, dapat diklarifikasi kepada penceramah dengan wawancara setelah ceramah usai serta mencari narasumber lain sebagai pembanding atau pelengkap.

“Prinsip jurnalistik 5W+1H harus diperdalam. Yang namanya isi khutbah, tidak pernah ada unsur 5W+1H, karena itu sepihak dari pengkhutbah, penceramah atau rohaniawan. Makanya kami dari Dewan Pers tidak pernah menganjurkan isi khutbah bulat-bulat dijadikan berita,” ujar dia.

Dia mengingatkan, bahwa khutbah selalu dipenuhi dengan pesan rohani, hubungan manusia dengan Tuhan. Seandainya ada isi khutbah yang menyangkut persoalan sosial, atau politik, pasti dibungkus dalam konteks keagamaan.

BACA JUGA  KPAI: Stop Bullying dalam Masa Orientasi Sekolah

Sementara sebuah berita tidak hanya menyangkut satu orang, melainkan juga menyangkut orang banyak. “Kewajiban Anda mengecek, mengonfirmasi dan verifikasi dari pihak lain,” kata dia.

Sumber: Republika.co.id
Redaktur: Ibas Fuadi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Dewan Pers Sebut Penerapan Barcode Media Masih Wacana

Indonesia - Rabu, 08/02/2017 05:11