Erdogan Dukung Serangan AS, Prancis dan Inggris ke Suriah

Foto: Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

KIBLAT.NET, Ankara- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyambut baik serangan gabungan terhadap Suriah. Ia berpendapat operasi ini mensiratkan pesan untuk Presiden Bashar Al Assad.

“Dengan operasi gabungan oleh AS, Inggris dan Prancis… rezim Suriah mendapatkan pesan bahwa pembantaian tidak akan dibiarkan,” ungkap Erdogan di hadapan anggota Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) dalam pertemuan Sabtu di Istanbul.

Sejak Sabtu dini hari (14/04/2018), AS, Inggris dan Prancis melakukan serangan udara terhadap tiga lokasi yang diduga menjadi tempat penelitian dan gudang senjata kimia di Damaskud dan Homs. Operasi dikerahkan sepekan pasca serangan gas beracun oleh rezim Suriah di Douma menewaskan lebih dari 70 sipil.

“Penduduk Suriah yang tidak bersalah seharusnya telah dibela sejak lama. Saya menghimbau seluruh dunia di sini, mari kita bahas masa depan semua jenis senjata pemusnah massal, termasuk senjata kimia dan senjata konvensional secara rinci,” sambungnya.

The White Helmets, relawan kemanusiaan yang beroperasi di kawasan oposisi menyakini pemerintah Assad bertanggung jawab atas serangan senjata kimia yang diyakini telah membunuh 85 warga sipil, termasuk anak-anak, dan melukai ratusan lainnya.

Kementerian Luar Negeri Turki juga menyambut baik operasi itu. Dalam pernyataannya, Kemlu Turki menyebutkan bahwa serangan gas beracun merupakan pelanggaran HAM berat dan tidak boleh dibiarkan.

Sumber: Al Jazeera
Redaktur: Syafi’i Iskandar

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga