Myanmar Sebut Pulangkan Keluarga Pertama Pengungsi Rohingya

Foto: Kondisi kamp pengungsi Rohingya.
... shares

KIBLAT.NET, Rakhine- Pemerintah Myanmar menyatakan telah memulangkan satu keluarga dari 700 ribu pengungsi Rohingya di perbatasan Bangladesh. Hal ini menjadi pemulangan pertama sejak aksi kekerasan oleh militer dan ekstrimis Buddha yang terjadi pada Agustus tahun lalu.

Sebelumnya, Bangladehs dan Myanmar telah sepakat untuk memulai pemulangan pengungsi Rohingya pada Januari lalu. Namun rencana itu mengalami penundaan lantaraan belum ada persiapan antara kedua belah pihak.

Menurut pernyataan pemerintah Myanmar pada Sabtu malam (14/04/2018), satu keluarga yang dipulangkan ini menjadi yang pertama diproses oleh panitia pemulangan. Keluarga ini terdiri dari lima orang dan dipulangkan ke kamp pengungsian di kota Taungpyoletwei, Rakhine. Keluarga ini akan ditempatkan sementara di Maungdaw ibu kota provinsi Rakhine hingga proses repatriasi selesai.

PBB mengatakan bahwa kekerasan militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya adalah aksi pembersihan etnis. Tetapi Myanmar membantah tuduhan itu dan berdalih serangan hanya menargetkan kelompok pejuang dari kalangan Rohingya.

Kepada AFP, Komisioner Pengungsi Bangladesh, Mohammad Abdul Kalam mengatakan bahwa para pengunsi Rohingya di perbatasan Bangledsh-Myanmar menempati sepetak tanah tak bertuan antara kedua negara. Diketahui ribuan pengungsi Rohingya tinggal di kawasan tersebut pasca aksi brutal yang dilakukan oleh militer setempat pada Agustus 2017. Daerah tersebut sangat sempit, para pengungsi terpaksa berdesakan karena dikelilingi oleh pagar berduri perbatasan negara.

Menurut pernyataan Myanmar, otoritas imigrasi memberikan Kartu Verifikasi Nasional semacam bentuk kartu identitas. Namun banyak tokoh Rohingya yang menolak karena mereka menuntut adanya pengembalian hak sebagai warga negara secara penuh sebelum mereka dipulangkan.

BACA JUGA  Daftar Hitam PBB Cantumkan Militer Myanmar

Sumber: AFP
Redaktur: Syafi’i Iskandar

... shares

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga