Inggris: Tak Ada Rencana Serangan Lanjutan ke Suriah

Foto: Bendera Inggris

KIBLAT.NET, London – Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson, Ahad (15/04), mengatakan bahwa negaranya tidak miliki rencana serangan baru kepada Suriah. Pihaknya akan membahas langkah lebih lanjut jika Presiden Suriah Bashar Al-Assad kembali menggunakan senjata kimia terhadap rakyatnya.

“Tidak ada saran untuk melanjutkan serangan saat ini karena rezim Assad bukan orang bodoh yang akan melakukan serangan kimia kembali,” kata Johnson dalam perbincangan di sebuah program kantor berita BBC, Ahad.

Jika Assad kembali menggunakan senjata kimia, lanjutnya, pihaknya baru akan membahas pilihan-pilihan tindakan.

Johnson menilai, serangan udaranya bersama AS dan Prancis ke Suriah pada Sabtu lalu itu sudah benar. Sedikitnya tiga titik berhasil dihancurkan dengan sempurna. Namun ia tidak bisa mengonfirmasi apakah Assad masih menyimpan senjata kimia.

Dia mengungkapkan bahwa Perdana Menteri Teresa Mae harus bertindak cepat terkait serangan ke Suriah sehingga tidak sempat meminta pertimbangan parlemen. Hal itu membuat kegaduhan di parlemen Inggris.

Parlemen sendiri akan menggelar sidang pada Senin ini untuk membahas hal tersebut. Sementara itu warga Inggris masih trauma dengan operasi militer di Iraq dan negara-negara lainnya yang menewaskan banyak tentara pemerintah.

AS, Prancis dan Inggris, Sabtu lalu, meluncurkan puluhan rudal ke sejumlah lokasi di Suriah. Koalisi tiga negara itu mengklaim serangan ini untuk menghukum Bashar Assad yang telah menggunakan senjata kimia. Padahal, serangan kimia di Suriah terjadi berulang kali dan Barat tidak mempermasalahkan.

Sejumlah pengamat menilai, serangan itu bukan untuk membantu rakyat Suriah. Barat memiliki tujuan lain, supaya Suriah tidak jatuh ke tangan Rusia. Negara yang termasuk wilayah Syam itu menjadi medan tempur baik secara politik maupun militer kekuatan dunia.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga