Trump Bilang “Misi (Serangan di Suriah) Selesai”, Apa Maksudnya?

Foto: Presiden AS, Donald Trump

KIBLAT.NET, Washington – Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa “misi selesai” dalam serangan yang dipimpin AS di Suriah. Ia lalu menyatakan tidak memiliki niat meluncurkan serangan lebih lanjut terhadap Rezim Bashar Assad.

Pernyataan Trump di Twitter muncul beberapa jam setelah pasukan AS, Perancis dan Inggris melancarkan serangan terhadap tiga target yang disebut sebagai basis senjata kimia Assad di Suriah.

Serangan terkoordinasi itu diklaim sebagai balasan atas penggunaan senjata kimia di Douma, Ghouta Timur pekan lalu. Namun, banyak indikator menunjukkan fakta bahwa serangan itu tidak melumpuhkan kemampuan pemerintah Suriah, juga tidak mempengaruhi moral Assad.

Konflik Suriah yang memasuki tahun kedelapan pada 15 Maret lalu telah menyebabkan kehancuran kota-kota Suriah, menewaskan hampir setengah juta orang dan memaksa enam juta lebih warga Suriah mengungsi. Serangan AS dan sekutunya terhadap fasilitas kimia tidak bisa diharapkan dapat mengakhiri krisis berskala besar seperti Suriah.

Menurut beberapa analis, hanya satu tujuan yang dicapat dalam serangan itu. Yaitu tidak memprovokasi pasukan Rusia di Suriah, sehingga meminimalkan kemungkinan peningkatan eskalasi antara Moskow dan Washington.

Bertolakbelakang dengan bahasa dan ancaman Trump yang kuat sebelum serangan, misi itu tidak memiliki dampak apa pun dan hanya membantu rezim Assad mendapatkan momentum moral baru.

Trump menyebutnya sebagai sebuah pencapaian besar. Namun hal itu terbantahkan dengan pernyataan Perdana Menteri Inggris Theresa May yang mengatakan bahwa serangan bukan tentang “perubahan rezim” atau “campur tangan dalam perang sipil”. Namun menghalangi penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Suriah.

BACA JUGA  Ratusan Pekerja Medis Gelar Demonstrasi di Idlib, Tolak Disebut Teroris

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian juga mengatakan bahwa serangan itu tidak menargetkan sekutu Suriah – Rusia, Iran dan Hezbollah. Sementara Pentagon menyatakan bahwa serangan itu tidak ditujukan untuk mengubah rezim Assad, melainkan dimaksudkan untuk menghalangi Assad menggunakan senjata kimia.

Hanya Serangan Udara Simbolis

Berbagai analis politik mengungkapkan bahwa tujuan Trump di balik serangan hanyalah untuk meringankan beban skandal keterkaitan dengan Rusia yang telah menimpanya di Washington.

Maka dari itu, tidak jelas efek dari serangan AS ini. Di medan pertempuran, pasukan Assad membuat lebih banyak keuntungan, sementara oposisi Suriah terus menghitung kerugian mereka di berbagai front.

Mayoritas warga Suriah sekali lagi mereka dikecewakan dengan orang-orang yang menyebut diri mereka sahabat rakyat Suriah. Kenyataannya hanya sampai di situ, bahkan lebih buruk.

Ibrahim al-Marashi, seorang profesor sejarah di California State Univesity, mengatakan bahwa serangan AS adalah sebuah tindakan simbolis besar dengan sedikit efek di lapangan.

“Disonansi dalam kebijakan AS ke Suriah menunjukkan kurangnya strategi yang koheren, berbeda dengan Rusia dan Iran yang telah menunjukkan tekad yang teguh dalam menopang Presiden Suriah Bashar Assad,” kata Marashi. “Serangan-serangan ini tidak akan mempengaruhi tujuan jangka panjang mereka.”

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Donald Trump Ingin Eksekusi Bashar Assad?

Amerika - Kamis, 06/09/2018 15:48