Sepak Terjang Saleh Al-Shomad, Pentolan Syiah Hutsi Incaran Koalisi Negara Teluk

Foto: Saleh Al-Shomad (berkaca mata) pemimpin politik pemberontak Syiah Hutsi Yaman

KIBLAT.NET, Sanaa – Seorang petinggi pemberontak Syiah Hutsi, Saleh Al-Shomad tewas dalam serangan udara koalisi negara Teluk, Kamis (19/04/2019) lalu. Siapakah sebenarnya pria yang disebut-sebut sebagai orang nomor dua di kelompok pemberontak Yaman yang didukung Iran itu?

Saleh Al-Shomad lahir di sebuah wilayah bernama Wadi Saber, Distrik Sahar, Provinsi Saad. Al Arabiya melaporkan pria kelahiran 1973 itu pernah bekerja sebagai pegawai di Dinas Pendidikan Saada. Kemudian dia bergabung dan menjadi salah satu pendiri milisi Syiah Hutsi, yang didukung oleh Hizbullah Lebanon dan Iran.

Al-Shomad dilaporkan berkontribusi besar dalam membesarkan kelompok Hutsi. Dia juga berperan dalam menjaga eksistensi milisi yang telah lama terlibat dalam sejumlah peperangan di Saada itu.

Disebut sebagai orang kedua di kelompok pemberontak Syiah Hutsi, setelah Abdul Malik Al-Hutsi, Al-Shomad mampu membangun koordinasi dan loyalitas suku-suku di Saada. Sejumlah suku yang berhasil berada di bawah pengaruhnya antara lain di provinsi Saqayn, Ghamr, Sahar, Al-Safra, Razih, Daher, dan Majz.

Sejak 2011, ketika provinsi Saada jatuh ke tangan milisi Hutsi, pekerjaan Al-Shomad adalah menghancurkan suku-suku yang telah dikalahkan. Selanjutnya dia mengambil peran sebagai pemimpin faksi kultural dalam kelompok pemberontak itu.

Dia dikenal berperan penting dalam menyesatkan publik melalui retorika dan pemalsuan peristiwa. Saat situasi Yaman dalam kondisi tak stabil pada periode 2011 sampai 2014, Al-Shomad kemudian mengambil keuntungan dengan memposisikan milisi Hutsi seolah sebagai pembawa pencerahan bagi Yaman. Hal itu membuat kelompok milisi Syiah dengan mudah masuk ke wilayah lain.

Pada 2014 pemberontak Syiah Hutsi berhasil mengkudeta pemerintah resmi Yaman pimpinan Abdul Rabbuh Masur Hadi. Al-Shomad lalu diangkat menjadi kepala Dewan Politik Tertinggi pemberontak Syiah Hutsi, menggantikan Saleh Habra. Penunjukan itu dilakukan karena kelompok milisi itu membutuhkan seseorang yang memiliki manuver politik luar biasa.

Kemampuan lain Al-Shomad adalah dapat menyesatkan pemikiran partai-partai politik di Yaman, sehingga bersedia membentuk asliansi dengan pemberontak Syiah Hutsi. Capaian terbesarnya adalah bisa membuat aliansi dengan Partai Kongres, yang dipimpin mantan Presiden Ali Abdullah Saleh dan Partai Al-Islah.

Dengan kemampuannya, Saleh Al-Shomad bisa mendorong petinggi Partai Al-Islam datang ke Saada untuk menemui Abdul Malik Al-Hutsi. Dia bermanuver dengan menciptakan persaingan antara Partai Kongres dan Partai Al-Islah, sehingga keduanya berlomba-lomba merapat ke kubu pemberontak Hutsi.

Setelah Sanaa berhasil dikuasai, Al-Shomad terus memperkuat aliansi dengan Partai Kongres pimpinan Ali Abdullah Saleh, hingga berhasil membentuk Dewan Poltik Tertinggi. Kedekatan hubungan antara kedua kubu membuat Abdullah Saleh tak mampu menolak apapun permintaan Al-Shomad.

Daftar pencarian orang (DPO) Koalisi Negara Teluk

Daftar pencarian orang (DPO) Koalisi Negara Teluk

Al-Shomad dianggap sebagai salah satu pemimpin yang paling berpengaruh di barisan pemberontak Syiah Hutsi, hingga dianggap sebagai tokoh berbahaya. Koalisi Negara Teluk mencantumkan namanya dalam orang paling dicari kedua dari kalangan milisi Hutsi dan informasi tentang Al-Shomad dihargai USD 20 juta. Hingga akhirnya, keberadaanya berhasil dilacak dan serangan misil koalisi di Provinsi Hudaida menghentikan sepak terjangnya, Kamis (19/04/2018).

Sumber: Al Arabiya
Redaktur: Imam S.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga