×

DPR: Tolak Pasal Motif, Polisi Ingin Leluasa Tangani Teroris

Foto: Anggota Komisi III DPR RI dari fraksi PPP, Arsul Sani berbicara dalam acara "Urgensi Revisi UU Ormas" di kantor Imparsial, di kawasan Tebet Dalam, Jakarta Selatan, Senin (20/11/2017).

KIBLAT.NET, Jakarta- Anggota Pansus Revisi UU Antiterorisme, Arsul Sani mengungkapkan perdebatan antara DPR dan pemerintah, dalam hal ini kepolisian soal definisi terorisme. Menurutnya, Polisi keberatan dengan motif politik, ideologi dan ancaman keamanan negara dimasukkan dalam RUU tersebut.

“Kalau di antara fraksi DPR, nggak begitu keras perbedaannya. Tapi pemerintah, dalam hal ini Polri keberatan kalau ada frasa politik, ideologi dan ancaman pada keamanan negara,” katanya dalam diskusi ‘RUU Teroris Dikebut, Mampu Redam Aksi Teror??’ di Komplek Parlemen, Jakarta pada Selasa (15/05/2018).

Arsul memaparkan bahwa polisi dalam mendalami kasus terorisme, mereka sudah menggali motif ideologi dan jaringan. Ia mengatakan, tanpa ada pasal soal motif, polisi sudah melakukan pendalaman soal motif ideologi dan jaringan.

Mendengar statemen pihak kepolisian, DPR pun mempertanyakan satu hal. Kalau sudah dilakukan, kata dia, apa keberatannya.

“Polisi mengatakan, kalau bapak cantumkan sebagai bagian batang tubuh UU, khawatirnya akan dimanfaatkan oleh para pengacara dari tersangka yang mendampingi,” ucapnya.

“Jadi dikenakan pasal pidana, maka pembelaannya, ‘ini nggak ada ancaman politik, motif ideologi’,” sambung politisi PPP ini.

Ia juga menegaskan bahwa definisi penting karena dikhawatirkan terjadi bias. Artinya, kasus yang belum jelas, tiba-tiba ada statemen ini teroris, ini bukan.

“Misalnya Si A marah karena dia dipecat dari pekerjaan. Kemudian membakar tempat kerjanya dan ada meninggal. Tidak bisa peristiwa itu dikenakan UU terorisme. Saya menilai, polisi pinginnya diberi keluasaan untuk soal terorisme,” tukasnya.

BACA JUGA  Pemerintah Tak Boleh Gunakan Dana BPJS untuk Infrastruktur

Reporter: Taufiq Ishaq

Editor: Izhar Zulfikar

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga