×

Khutbah Rasulullah Menjelang Ramadhan

Foto: ramadhan

KIBLAT.NET – Ramadhan merupakan bulan mulia yang sangat dinantikan oleh setiap muslim. Pada bulan ini, amal ibadah dilipatgandakan, pintu surga dibuka selebar-lebarnya dan pintu-pintu neraka ditutup serapat-rapatnya, sementara setan-setan yang suka menggoda dibelenggu dengan rapat oleh Allah.

Sehingga bulan ini bisa disebut sebagai hadiah dari Allah Ta’ala kepada setiap umat Nabi Muhammad SAW. Karena itu, Rasulullah senantiasa mengingatkan para sahabat setiap kali menjelang datangnya bulan Ramadhan. Abu Hurairah Radhiyallahu a’nhu dalam sebuah riwayat berkata; Ketika bulan Ramadhan tiba, Rasulullah SAW bersabda:

قَدْ جَآءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ اِفْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيْهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَتُغْلَقُ فِيْهِ أَبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلُّ فِيْهِ الشَّيَاطِيْنُ فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ (رواه النسائى وأحمد)

“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, di dalamnya Allah mewajibkan kalian berpuasa, di dalamnya pintu-pintu surga dibuka lebar-lebar dan pintu-pintu neraka ditutup rapat-rapat serta setan-setan dibelenggu. Pada bulan Ramadhan, ada satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, dan barangsiapa tidak mendapati malam itu maka dia telah kehilangan pahala seribu bulan.” (HR. Nasa’i dan Ahmad)

Dalam riwayat lain yang lebih panjang, sahabat Salman al-Farisi mengisahkan bahwa Rasulullah SAW berceramah kepada kami pada akhir bulan Sya’ban:

“Wahai manusia, sungguh telah dekat kepada kalian. Bulan yang agung lagi penuh berkah, bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, bulan yang Allah telah menjadikan puasa di dalamnya sebagai kewajiban dan bangun malam sebagai sunnah.

Barangsiapa yang mendekatkan diri di dalamnya dengan melakukan amalan sunnah, maka seperti orang yang melakukan amalan wajib pada bulan lainnya. Dan barangsiapa yang melakukan amalan wajib di dalamnya, maka seperti orang yang melakukan tujuh puluh amalan wajib di dalamnya pada bulan lainnya.

Ia merupakan bulan kesabaran, sedangkan pahala sabar adalah surga. Ia adalah bulan kedermawanan. Dan bulan saat rezeki orang mukmin akan ditambahkan. Barangsiapa pada bulan tersebut memberi (makanan/minuman) untuk berbuka kepada orang yang berpuasa, maka itu menjadi ampunan bagi dosa-dosanya dan pembebasan bagi dirinya dari api neraka serta baginya pahala yang sama dengan pahala orang yang diberi (makanan/minuman) tersebut dengan tanpa mengurangi pahala orang itu sedikit pun.”

Para sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, tidak setiap orang dari kami mempunyai makanan untuk diberikan kepada orang yang berbuka berpuasa?’

Beliau menjawab, ‘Allah akan memberikan pahala kepada orang yang memberi (makanan/minuman) berbuka puasa walaupun hanya dengan sebutir kurma, seteguk air, ataupun sesisip susu. Barangsiapa memberi minum orang yang berpuasa maka Allah akan memberi ampunan bagi dosa-dosanya, dan Allah akan memberi seteguk air minum dari telagaku, dimana dia tidak akan merasakan haus (selamanya) sampai dia masuk surga serta baginya pahala yang sama dengan pahala orang yang diberi minuman tersebut dengan tanpa mengurangi pahala orang itu sedikit pun’,” (HR. Baihaqi)

BACA JUGA  Khutbah Idul Adha 1439 H: Khutbah Wada' Rasulullah, Menjaga Kesucian Umat Islam dan Berlepas Diri dari Kejahiliyahan

 

Redaktur: Fakhruddin

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Begini Kisah Imam Ahmad Pingsan Saat Menuntut Ilmu

Khazanah - Senin, 23/07/2018 10:21

Menyalurkan Zakat Kepada Non Muslim, Bolehkah?

Fikih - Senin, 11/06/2018 13:25