Hanya Berbekal 2 Pucuk Senjata, Ali Kalora Lanjutkan Perjuangan Santoso

Foto: Ali Kalora, pimpinan Mujahidin Indonesia Timur.

KIBLAT.NET, Poso – Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) rupanya kembali menunjukkan eksistensinya. Setelah kematian pimpinannya dalam Operasi Tinombala yang digelar aparat keamanan di pegunungan Sulawesi tengah, kelompok tersebut kembali merilis sebuah tayangan video terkait aksi penyerangan Mako Brimob oleh sejumlah narapidana kasus Terorisme, beberapa waktu lalu.

Dalam video yang tersebar di grup Whatsapp,  Ali Kalora, pengganti Santoso muncul dan memberikan komentar terkait penyerangan Mako Brimob kepada para pendukungnya. Sebagaimana diketahui, kelompok Mujahidin Indonesia Timur telah menyatakan bergabung dan melakukan sumpah setia kepada kelompok ISIS di Suriah dan Iraq.

Dalam video tersebut, Ali Kalora menyampaikan bahwa mereka sampai saat ini tetap eksis dan terus berjuang walau hanya dengan dua pucuk senjata.

“Di sini saya nasihatkan kepada diri ana (saya) dan untuk antum (kalian) semua untuk tetap teguh dan bersabar diatas medan jihad. InsyaAllah kemenangan dekat waktunya wahai saudaraku,” kata Ali yang tampak berambut panjang dan mengenakan surban di kepalanya.

Ali juga berpesan kepada para pendukungnya agar jangan pernah berpikir untuk negosiasi ataupun menyerah. Ia mengungkapkan kondisi kelompok MIT yang hanya memiliki dua pucuk senapan melawan aparat yang beribu-ribu jumlahnya, tapi masih berjuang sampai saat ini.

Kelompok MIT juga mengkritik tahanan Mako Brimob yang menyerah kepada aparat meski telah mendapat rampasan dari gudang senjata. “Antum memiliki ghonimah (harta rampasan) yang banyak dan peluru. Lawan mereka! Pukul mereka! Saudaraku, tunaikan hak pedang, pukul muka mereka sampai rompal. Itulah hak pedang jangan pernah berpikir untuk menyerah,” kata pria asal Desa Kalora di Kecamatan Poso Pesisir Utara ini.

BACA JUGA  Ini Imbauan MUI Soal Rangkaian Pemotongan Hewan Qurban

Ali Kalora juga berpesan jika menghadapi musuh yang banyak maka perbaharuilah tawakal kepada Allah dan mintalah pertolonganNya.

“Minta pertolongan kepada Allah insyaAllah antum dan kita akan diberikan kemenangan. Jangan dengarkan penggembos, pengecut, yang katanya pake strategi negosiasi. Itu pengecut akhi. Mari kita lawan mereka insyaallah tempat kita di jannah atau Allah berikan kita tamkin,” tutupnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima Kiblatnet di lapangan, pengejaran dan operasi terus dilakukan oleh tim Operasi Tinombala. Fokus Operasi Tinombala kali ini yaitu di daearah pegunungan Kalora Kecamatan Poso Pesisir Selatan sampai daerah pengunungan Tolai Kecamatan Parigi Moutong Sulawesi Tengah  yaitu dengan melakukan operasi penjejakan dan spionase.

Sekitar 7 orang anggota MIT yang tersisa masih terus dalam pengejaran aparat keamanan. Pada 1 Mei 2018 lalu, 2 orang anggota MIT yang baru bergabung ditangkap di wilayah Desa Kalora Poso Pesisir.

Dari informasi yang didapat bahwa dua anggota MIT tersebut diperintahkan untuk turun gunung mencari logistik namun keberadaan mereka “diendus” pasukan Operasi Tinombala dan akhirnya tertangkap.

Kedua orang itu yakni Abdul Muthalib Pia alias Abu Mutalib alias Bento (27) asal Batu Merah, Kota Ambon, dan Hanzolah alias Yadi (33) alamat Pasar Minggu, Pejaten Jakarta Selatan.

Abdul Muthalib diamankan oleh Babinsa Desa Membuke, Kopda Roy Malore sekitar pukul 05.45 Wita. Sementara Hanzolah diamankan sekitar pukul 15.00 Wita oleh Babinsa Desa Kalora, Koptu Irwan Samsu.

BACA JUGA  PTUN Jabar Terima Gugatan Pengacara Habib Bahar

 

Kontributor: Ahmad Sutedjo
Editor: Fajar Shadiq


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Ikuti Topik:

One comment on “Hanya Berbekal 2 Pucuk Senjata, Ali Kalora Lanjutkan Perjuangan Santoso”

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Masyarakat Poso Yakin Qidam Bukan Teroris

Foto - Rabu, 15/04/2020 15:42