Muqtada Al-Sadr dan Hadi Al-Umari Bentuk Koalisi Politik

Foto: Syiah Irak

KIBLAT.NET, Baghdad – Tokoh rujukan Syiah Iraq, Muqtada Al-Sadr dan Hadi Al-Umari, Selasa (12/05), mengumumkan membentuk koalisi politik setelah pemilu parlemen. Keduanya merupakan pemimpin politik yang meraih suara tertinggi dalam pemilu yang digelar pada Mei lalu itu.

Koalisi itu diumumkan di kota yang disucikan oleh pengikut Syiah, Najef. Ini merupakan langkah serius untuk membentuk pemerintahan baru setelah partai-partai politik Iraq menggelar serangkaian negosiasi.

Sadr dan Umari mengatakan bahwa koalisi ini masih terbuka bagi kekuatan politik lain dalam rangka membentuk pemerintahan baru.

“Pertemuan dengan Umari sangat penting dengan tujuan mengakhiri krisis. Ini merupakan kekuatan baru dan koalisi nasional,” kata Sadr.

Di tengah pembentukan koalisi ini, terdapat perbedaan tajam antara dua tokoh Syiah itu.

Muqtada Al-Sadr, tokoh spiritual Syiah memimpin operasi militer anti AS yang berakhir pada 2011, dikenal anti dengan partai-partai Syiah yang berafiliasi dengan Iran.

Pada pemilu Mei, Sadr sendiri telah membentuk koalisi dengan nama “Sairun”. Koalisi itu menggabungkan, partai Sadr, komunis dan sekular.

Di sisi lain, Umari dikenal sekutu Iran terkuat di Iraq. Dia memimpin koalisi Al-Fath, yang menggabungkan kelompok-kelompok politik yang terkait dengan milisi Syiah dukungan Iran dalam perang menghadapi ISIS.

Juru bicara koalisi Al-Fath mengatakan, Al-Fath dan Sairun mengumumkan koalisi besar dan menyeru seluruh kekuatan yang meraih suara banyak pada pemilu bergabung. Koalisi ini, klaimnya, merupakan proyek pemerintah yang pas untuk menghadapi segala permasalahan yang dihadapi negara.

BACA JUGA  Bom Guncang Kampung Syiah di Baghdad

Dengan demikian, koalisi baru ini memiliki 101 kursi di parlemen dan masih membutuhkan 64 kursi untuk menjadi mayoritas. Jika terpenuhi, koalisi ini berhak membentuk pemerintahan Iraq ke depan.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Taliban: Tak Ada Niat Perpanjang Gencatan

Afghanistan - Senin, 18/06/2018 09:02