Pemimpin Hutsi Serukan Mobilisasi Umum Melawan Saudi di Pesisir Laut Merah

Foto: Peta Hudaydah, Yaman.

KIBLAT.NET, Jakarta – Upaya penghentian kekerasan dan ofensif militer di kota Hudaydah yang disponsori PBB nampaknya akan menemui kegagalan menyusul serangan intensif koalisi pimpinan Saudi di selatan kota itu. Pada hari Sabtu (07/07/2018) pimpinan pemberontak Syiah Hutsi, Abdul Malik al-Hutsi, menyerukan sebuah mobilisasi umum secara menyeluruh untuk memperkuat posisi Hutsi di pesisir Laut Merah menghadapi potensi serangan Saudi.

Hutsi mengatakan koalisi Saudi telah menarik diri dari kesepakatan yang sudah dicapai dengan PBB. Konsekuensinya, serangan militer ke kota pelabuhan Hudaydah ini kemungkinan akan terjadi dalam waktu dekat. Al-Hutsi menuding Arab Saudi memanfaatkan negosiasi di bawah PBB sebagai peluang untuk merebut dan menguasai kota itu.

Sebelumnya PBB pernah berupaya supaya Hudaydah berada di bawah kontrol mereka dan berjanji membuka jalur bantuan masuk ke Hudaydah. Bantuan kemanusiaan sangat penting untuk menyuplai bahan makanan bagi 7 juta lebih warga sipil di daerah itu. Hudaydah merupakan sebuah provinsi di pantai barat Yaman yang memiliki perbatasan dengan Sana’a. Para pejabat resmi Yaman pro-Saudi menolak rencana PBB tersebut, dan mengatakan mereka ingin Hutsi menyerah tanpa syarat apapun.

Selama beberapa hari terakhir, serangan gencar koalisi pimpinan Saudi di kota Hudaydah dan sekitarnya telah menewaskan sedikitnya 165 milisi dan tentara di kedua belah pihak. Pertempuran terkonsentrasi di distrik Tuhytat di sebelah selatan Hudaydah. Sejauh ini belum ada indikasi daerah tersebut akan jatuh ke salah satu pihak yang berperang.

BACA JUGA  Mortir Pemberontak Syiah Hutsi Hantam Permukiman Sipil

Sumber: Antiwar
Redaktur: Yasin Muslim

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga