Pernyataan Taliban Untuk Konferensi Ulama di Arab Saudi

Foto: Emirat Islam Afghanistan

KIBLAT.NET – Menanggapi rencana Konferensi Ulama yang akan diadakan di Jeddah, Arab Saudi, 11-12 Juli 2018 mendatang, Emirat Islam Afghanistan yang sering disebut kelompok Taliban, mengeluarkan 8 pernyataan.

Poin-poin yang disampaikan merupakan penjelasan fakta dan harapan dari Emirat Islam Taliban untuk Konferensi yang sebelumnya telah digelar di Indonesia, dan akan berlanjut juga di Pakistan.

Salah satu pesan utama dari 8 pernyataan itu, Taliban meminta agar ulama dan pemerintah Arab Saudi berdiri di sisi mereka, bukan mendukung kehendak Amerika. Berikut kutipan 8 pernnyataan tersebut seperti dilansir di halaman resmi mereka:

1. Jihad yang sedang berlangsung di Afghanistan melawan tentara penjajah Amerika adalah jihad defensif dari invasi orang-orang kafir. Hukum jihad ini dalam syariat Islam adalah fardhu ‘ain. Semua madzhab fikih sepakat bahwa kafir muharib bila menyerang negeri muslim, maka jihad menjadi wajib ‘ain bagi kaum uslimin.

2. Jihad saat ini di Afghanistan bukanlah pertempuran antara Muslim. Ia telah dimulai sejak tujuh belas tahun lalu ketika Amerika menyerang Afghanistan melalui udara dan darat. Merespon serangan itu, orang-orang Afghanistan berjuang melawan mereka. Sejak itu sampai hari ini, Amerika tetap memegang kendali perang, pendanaan, strategi, dan dukungan untuk melawan kami. Kalau itu perang sipil antara bangsa Afghan, AS tidak akan menghabiskan setengah triliun dolar AS! Dan tidak akan ada ribuan tentara Amerika yang tewas serta puluhan ribu terluka.

Sejauh ini, strategi baru perang ini telah dikemukakan oleh Presiden AS Trump, dan Kongres AS akan menyetujui anggaran militer untuk memperbarui perpanjangan pertempuran di Afghanistan. Rakyat Afghan melihat dengan mata kepala sendiri bahwa helikopter dan pesawat militer Amerika terbang berbaris di atas mereka. Dan menyaksikan kehadiran militer penjajah Amerika. Jadi, jauh dari fakta bila kasus ini dikenal di negara lain sebagai konflik antara rakyat Afghanistan.

3. Sekutu AS di Afghanistan yang mendukung pendudukan dan perang melawan agama, bangsa, dan nilai-nilai nasional dengan dana AS, maka keberadaan mereka di barisan penjajah tidak akan mengubah sifat perang ini. Karena, mereka bukan orang-orang yang merdeka, melainkan bekerja di Afghanistan atas perintah Amerika dan menerapkan strategi tuan mereka saja. Perang ini awalnya tidak dimulai dengan melawan mereka, karena mereka adalah kaki tangan saja, seperti komunis Afghanistan selama pendudukan Rusia. Kehadiran mereka dengan penjajah tidak mempengaruhi jihad Afghanistan melawan Rusia. Ketentuan Syariah eksplisit bahwa siapa pun yang berdiri di garis orang kafir dan melawan Muslim, maka perang melawan mereka adalah jihad suci.

4. Emirat Islam Afghanistan bukanlah kelompok bughat atau teroris seperti tuduhan mereka. Emirat merupakan simbol perlawanan bagi tiga puluh juta warga Afghanistan untuk menuntut Islam dan kemerdekaan. Emirat Islam berakar di antara masyarakat, dan sekarang ini, 70% dari tanah Afghanistan dikendalikan sepenuhnya oleh Emirat. Tujuannya adalah mendirikan sebuah pemerintahan Islam independen, yang merupakan cita-cita rakyat Afganistan, dan berada di bawah syariat Islam. Emirat Islam menghormati aturan internasional, bertetangga yang baik, menjalin hubungan persahabatan dan kehidupan yang damai bagi rakyat. Emirat ingin menjalin hubungan positif dengan dunia.

5. Mengacu kepada penjelasan sebelumnya*, maka siapa yang bersikeras untuk membuang hukum-hukum yang tegas dalam agama untuk memenuhi kehendak presiden Amerika (Donald Trump) dan sekutu-sekutunya, dan menuduh Mujahidin di jalan Allah sebagai teroris dan bughat, maka makhluk ini adalah loyalitas penjajah Amerika dalam pekerjaan mereka, dan menusuk kaum muslimin yang lemah dari punggung mereka.

6. Masyarakat Afghanistan tidak mengharapkan pejabat dari Arab Saudi dan para ulama untuk berdiri di sisi penjajah Amerika dalam pertempuran Islam dan kafir. Sebaliknya, melalui Organisasi Kerjasama Islam (OKI), kami berharap pemerintah Saudi berdiri untuk orang-orang kami yang tertindas dan mendukung kami pada saat yang sulit ini, seperti dukungannya dalam jihad melawan Uni Soviet. Orang-orang Afghanistan masih bersyukur atas dukungan dan bantuan Arab Saudi selama jihad melawan Uni Soviet.

7. Sebagaimana Konferensi Islam menyatakan dukungannya terhadap jihad Afghanistan melawan komunis—dan rakyat Afghanistan masih menyelamatkan menjaga itu, maka dalam tragedi saat ini, seharusnya mereka berdiri bersama rakyat Afghanistan, dan mengumumkan dukungannya untuk perlawanan yang sah.

8. Terakhir, kami menjamin orang-orang kami dan para mujahidin Muslim , bahwa kami yakin akan pertolongan dan kuasa Allah. Sebagaimana Dia menolong kita dalam jihad melawan Inggris dan kemudian komunis, … maka Dia pun kasa untuk mengalahkan para penjajah, yang dipimpin oleh Amerika. Allah akan menghinakan mereka. Semua makar dan plot mereka tidak akan mempengaruhi semangat kami untuk perlawanan yang sah ini. Jihad kami saat ini akan mencapai pantai kemenangan sebagai kebanggaan, insya Allah.

Emirat Islam Afghanistan
25 Syawal 1429/9 Juli 2018

* Emirat Islam Afghanistan telah merilis tanggapan yang lebih panjang mengenai rencana konferensi ini.
Redaktur: Salem

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Taliban: Seruan Gencatan Bertujuan Lucuti Senjata

Afghanistan - Selasa, 26/06/2018 08:11