Tank Kebanggaan Rusia Uran-9 Tak Berfungsi Baik di Suriah

Foto: Tank robot Uran-9 buatan Rusia.

KIBLAT.NET, Moskow – Tank robot Uran-9 Rusia memiliki kinerja yang buruk di Suriah. Tank tak berawak itu tidak bisa beroperasi jauh dari pengendalinya seperti yang diharapkan. Demikian dikutip dari Business Insider, Senin (09/07/2018).

Uran-9 punya masalah dalam menembakkan peluru kaliber 30mm. Menurut laporan Popular Mechanics yang mengutip Blog Pertahanan, dia tidak bisa menembak saat bergerak selain masalah-masalah teknis lain.

Diresmikan pada September 2016 dan disebarkan ke Suriah pada bulan Mei, Uran-9 adalah tank tanpa awak yang seharusnya mampu beroperasi hingga 1,8 mil jauhnya dari pusat kontrolnya.

Namun di Suriah, Uran-9 hanya dapat dioperasikan dari sekitar 984 hingga 1.640 kaki dari para operatornya di sekitar gedung-gedung bertingkat tinggi. Remot robot tank juga secara acak kehilangan kontrolnya. Terkadang sebanyak 17 kali dalam satu menit, dan dua kali selama satu setengah jam.

Uran-9 dipersenjatai dengan empat pelncur anti-tank terpadu 9M120-1 Ataka, enam peluncur roket Shmel-M kaliber 93 milimeter, satu meriam otomatis 2-72 kaliber 30 milimeter, dan satu senapan mesin dengan kaliber peluru 7,62 milimeter.

Meriam otomatis 2-72 kaliber 30 milimeter pernah macet enam kali dan gagal menembak sekali. Blog Pertahanan melaporkan, tembakan hanya mendapatkan target hingga sekitar 1,24 mil, jauh dari empat mil yang diharapkan.

Tank tanpa awak itu bahkan memiliki masalah dengan sasis dan sistem suspensi, sehingga banyak membutuhkan perbaikan di lapangan.

BACA JUGA  Pesawat Rusia yang Hilang di Atas Laut Suriah Tertembak Senjata Teman Sendiri

“Uran-9 tampaknya hanya membuktikan kebaruan daripada kemampuan, tetapi itu tidak berarti tes ini tanpa nilai,” kata SOFREP melaporkan.

“Pada waktunya (dan dengan pendanaan) penerus Uran-9 mungkin suatu hari akan menjadi kekuatan medan perang yang harus diperhitungkan,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, Rusia secara militer mendukung penuh rezim Suriah Bashar Assad mulai tahun 2015. Negara Beruang Merah itu telah melakukan berbagai uji coba senjata terbaru di medan Suriah untuk melawan oposisi.

Sumber: Business Insider
Redaktur: Ibas Fuadi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga