Argumen Penelitian P3M Tentang Masjid Radikal Sangat Lemah

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET, Jakarta – Lembaga Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) yang menyebut 41 masjid BUMN terpapar paham radikal. Menurut Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Tengku Zulkarnain, argumen P3M sangat lemah.

“Penelitiannya masih sangat mentah bahkan mungkin baru setingkat hipotesa saja. Karena dari seratus masjid hanya diteliti empat kali Jumat,” katanya kepada Kiblat.net pada Selasa (10/07/2018).

“Sedangkan yang dimaksudkan radikal dalam penelitian itu juga bias. Masak perbedaan sikap atas madzhab dikategorikan sebagai salah satu indikasi radikal,” tukasnya.

Ia juga menyoroti ciri-ciri radikal adalah yang tidak bisa menerima perbedaan agama lain. Pernyataan itu, kata dia, harus dilihat lebih mendalam.

“Karena agama Islam itu memang hanya mengakui keberadaan agama lain tanpa harus mengakui kebenaran agama lain. Itu yang menjadi patokan toleransi dalam Islam selama 14 abad,” ucapnya.

Menurutnya, jika umat beragama, khususnya Islam dipaksa untuk mengakui semua agama adalah benar, maka melanggar keberadaan ajaran agama itu sendiri. Dan itu, lanjutnya, melanggar undang-undang.

“Karena dalam pasal 28e menjamin tiap warga negara untuk memeluk dan menjalankan agamanya masing-masing,” tukasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Hunef Ibrahim

Ikuti Topik:

One comment on “Argumen Penelitian P3M Tentang Masjid Radikal Sangat Lemah”

  1. rano parno

    WASPADA, umat islam jangan ikut larut hanyut dalam fenomena peristilahan radikal, ekstrimis, ideologis, fondamentalis, takfiri, dsb … itu semua ide ide kaum kafir, musrik, munafik yg hanya akan merugikan umat islam sendiri … karena dgn istilah tsb. akan berdampak umat islam menjadi lemah iman, lemah ilmu, lemah ibadah, dan pada akhirnya tdk menghargai agamanya sendiri.. sampai tahap yg parah murtad

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga