Azyumardi Azra Minta Penceramah di Masjid Pemerintah ‘Ditertibkan’

Foto: Azyumardi Azra, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah

KIBLAT.NET, Jakarta – Mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Azyurmardi Azra mendukung program sertifikasi Kementerian Agama untuk para penceramah. Hal ini menyusul survei P3M yang menunjukkan bahwa dari 100 masjid yang ada di lingkungan pemerintahan, 41 diantaranya terindikasi telah disusupi paham radikal.

“Yang menjadi titik permasalahan bukanlah masjidnya, melainkan muballighnya lah yang harus ditertibkan. Saya kira ke depannya para Ustadz ini harus mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Agama atau MUI atau dari NU atau Muhammadiyah,” kata Azyurmardi saat ditemui di Graha CIMB Sudirman, Jakarta pada Selasa (10/07/2018).

Dia menyebut daftar 200 penceramah yang dirilis oleh Kementerian Agama beberapa waktu lalu merupakan ide baik yang harus disempurnakan. Azyurmardi mengaku lebih khawatir jika tidak ada daftar penceramah dengan rekam jejak yang jelas, akan memudahkan penyebaran paham radikal melalui masjid.

“Mereka akan mengkontaminasi masjid dengan memberikan ceramah yang tidak selaras dengan semangat keindonesiaan, semangat kebangsaan, dan semangat toleransi,” tutur Azyurmardi.

Untuk menangani masalah radikalisme di masjid lingkungan pemerintahan, Azyurmardi mengimbau agar bagian rumah tangga pada BUMN atau lembaga pemerintah lain tidak memberikan kuasa penuh kepada para pengurus masjid dalam menentukan penceramah.

“Harus dicek betul. Ini penceramahnya dari mana, latar belakangnya bagaimana, rekam jejak ceramahnya seperti apa,” ujar Azyurmardi.

Reporter: Qoid
Editor: M. Rudy

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga