Turki: Kami Tak Ingin Skenario Ghoutah Timur dan Daraa Terulang di Idlib

Foto: Militer Turki di Suriah.

KIBLAT.NET, Ankara – Pemerintah Turki menegaskan pihaknya menolak terulangnya skenario rezim untuk mengalahkan oposisi di Ghouta Timur dan Daraa terhadap Idlib. Hal itu ditegaskan juru bicara Menteri Luar Negeri Turki, Hami Aksawi, pada Kamis (19/07).

Aksawi mengatakan pada konferensi pers bahwa serangan yang terjadi di Daraa menargetkan ribuan warga sipil. Turki mengutuk keras serangan yang sama saja merongrong negosiasi yang sedang berlangsung di Jenewa.

Dia menambahkan bahwa rezim Suriah sedang mencoba memecahkan masalah dengan cara militer, tetapi tidak mungkin untuk menetapkan aturan yang sah di Suriah dengan cara ini.

Pernyataan Turki tentang kota Idlib meningkat dalam beberapa hari terakhir. Para pejabat Turki menyatakan keprihatinan atas aksi militer di basis terakhir oposisi Suriah tersebut.

Hal itu terjadi setelah militer Assad mengontrol Suriah selatan dan membicarakan target selanjutnya adalah Idlib. Turki pun didesak menyatakan sikapnya atas perkembangan itu, mengingat posisinya sebagai penjamin Idlib dalam negosiasi internasional.

Dalam pernyataan Turki terbaru tentang Idlib, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan pekan lalu menyatakan keprihatinan tentang penargetan warga sipil di provinsi itu.

Dalam percakapan telepon dengan koleganya dari Rusia, Vladimir Putin, ia menekankan bahwa “pergerakan pasukan rezim ke provinsi Idlib dengan cara yang sama dengan apa yang terjadi di Daraa berarti menghancurkan esensi perjanjian Astana.”

Turki merupakan salah satu negara penjamin dalam pembicaraan Astana yang melibatkan Iran dan Rusia, sebagai pihak pro rezim Assad. Negosiasi itu menyepakati sejumlah poin untuk penyelesaian konflik. Namun dalam prakteknya, rezim dan Rusia tak mematuhi apa yang disepakati.

BACA JUGA  Turki dan AS Dikabarkan Jalin Perjanjian Bebaskan Pendeta Branson

Sumber: Enabbaladi.net
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Peran Kunci Turki Untuk Menyelesaikan Konflik Suriah

Analisis - Selasa, 18/09/2018 13:37