Bila Terjadi Gerhana, Apa yang Harus Dilakukan Wanita Haid?

Foto: Gerhana Bulan (Ilustrasi)

KIBLAT.NET –  Saya seorang wanita, amalan apa yang mesti saya amalkan ketika didirikan shalat gerhana sedangkan saya memiliki udzur syar’I (haid)?

Menjawab pertanyaan ini, Syaikh Muhammad Shalih AL-Munajjid, sebagaimana dikutib dari islamqa.info, menjelaskan bahwa yang disyariatkan bagi seorang muslim ketika terjadinya gerhana—baik bulan maupun matahari—adalah meningkatkan rasa takutnya kepada Allah dengan mengerjakan shalat dan memperbanyak dzikir, doa, memohon ampun, sedekah, dan amal-amal shalih lainnya.

Dari Abu Mas’ud Al-Anshory radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ يُخَوِّفُ اللَّهُ بِهِمَا عِبَادَهُ ، وَإِنَّهُمَا لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ مِنْ النَّاسِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْهَا شَيْئًا ، فَصَلُّوا وَادْعُوا اللَّهَ حَتَّى يُكْشَفَ مَا بِكُمْ

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah yang Dia gunakan untuk menakuti hamba-hambaNya. Sesungguhnya terjadinya gerhana keduanya bukan karena kematian seseorang. Jika engkau melihat gerhana, maka dirikanlah sholat dan berdoalah kepada Allah hingga disingkapkan kembali untuk kalian,” (HR. Bukhari-Muslim)

Dalam riwayat lain, Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Ketika terjadi gerhana matahari, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lantas berdiri takut karena khawatir akan terjadinya hari kiamat, sehingga Beliau mendatangi masjid kemudian shalat dengan berdiri, ruku’, dan sujud yang begitu lama. Aku belum pernah melihat Beliau melakukan shalat sedemikian itu.

Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya ini adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang ditunjukkan-Nya, gerhana tersebut tidaklah terjadi karena kematian atau hidupnya seseorang. Tetapi Allah menjadikan yang demikian untuk menakut-nakuti hamba-hamba-Nya. Apabila kalian melihat sebagian dari gerhana tersebut, maka bersegeralah untuk berdzikir, berdo’a dan memohon ampunan kepada Allah ta’ala,” (HR. Bukhori no. 1059, Muslim no. 2156)

Ibnu Bathal rahimahullah berkata, “Sabda Beliau ‘maka bersegeralah untuk berdzikir, berdo’a dan memohon ampunan kepada Allah ta’ala’ menunjukkan bahwa yang datang dari Nabi bukan sekedar anjuran untuk shalat gerhana saja, akan tetapi yang diinginkan dari setiap muslim adalah semua amalan yang mendekatkan diri kepada Allah dengan shalat, do’a, istighfar, dan lainnya”. Sekian penjelasan Beliau dalam kitab “Syarah Shahihul Bukhari Li Ibni Bathal, 3/32”.

Maka dalam hal ini, seorang wanita sama halnya dengan laki-laki karena keumuman nash. Sehingga apa yang disyariatkan kepada kaum laki-laki maka disyariatkan pula untuk kaum wanita, apa yang disyariatkan seperti sholat, do’a, istighfar, sedekah, dan lainnya.

Berikutnya apabila seorang wanita mendapati udzur syar’i sehingga tidak bisa mengerjakan sholat, maka dia bisa mengerjakan amalan lain yang juga disyariatkan saat terjadinya gerhana. Misalnya seperti do’a, sedekah, istighfar, berdzikir dan amalan-amalan lain yang mendekatkan dirinya kepada Allah. Wallahu a’lam!

 

Fakhruddin

Sumber: https://islamqa.info/ar/228904

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Begini Pandangan Ulama Tentang Operasi Plastik

Konsultasi - Kamis, 04/10/2018 10:00