Presidium Alumni 212 Kecewa dengan Hasil Ijtima Ulama

Foto: Aminuddin (kiri) dalam diskusi Ijtima Ulama: Politik Agama atau Politisasi Agama di D'Hotel, Jakarta pada Rabu (08/08/2018).

KIBLAT.NET, Jakarta – Juru bicara Presidium Alumni 212, Aminuddin mengaku kecewa dengan hasil Ijtima Ulama yang mengusung Prabowo Subianto sebagai capres dari koalisi keumatan dengan dua rekomendasi cawapres Salim Segaf Al Jufri dan Ustadz Abdul Somad Lc.

Menurut Aminuddin, kekecewaan muncul lantaran Ijtima Ulama tidak mempertimbangkan hasil rakornas yang diadakan oleh Persaudaraan Alumni 212 pada Mei lalu. Di mana telah dirumuskan sejumlah nama untuk diajukan sebagai capres dan cawapres dalam Pilpres 2019 nanti.

“Ada sembilan nama, saya menyesalkannya, kenapa di forum ijtima peninsula kemarin tidak memperkuat keputusan dari rakornas Persaudaraan Alumni 212. Kenapa mesti membuat keputusan yang lain. Padahal yang dateng itu itu saja. Kenapa kok lain? Ini yang kami sesalkan,” ungkap Aminuddin dalam diskusi Ijtima Ulama: Politik Agama atau Politisasi Agama di D’Hotel, Jakarta pada Rabu (08/08/2018).

Aminuddin menyebutkan di antara nama-nama yang direkomendasikan dari rakornas Persaudaraan Alumni 212 untuk capres maupun cawapres ada sembilan orang. Ia menyebutkan beberapa diantaranya seperti, Habib Rizieq Shihab, Yusril Ihza Mahendra, Prabowo Subianto, Anies Matta, Rizal Ramli dan Anies Baswedan.

“Ada sembilan nama, saya menyesalkannya, kenapa di forum ijtima peninsula kemarin tidak memperkuat keputusan dari rakornas Persaudaraan Alumni 212. Kenapa mesti membuat keputusan yang lain. Padahal yang dateng itu itu saja. Kenapa kok lain? Ini yang kami sesalkan,” sambungnya.

BACA JUGA  Tokoh Islam dari Berbagai Harokah Akan Berkumpul di Muslim United Yogyakarta

Di antara nama-nama tersebut, Aminuddin menitik beratkan pada Yusril Ihza Mahendra. Menurutnya, Yusril selaku Ketua Umum Partai Bulan Bintang adalah sosok yang cakap dalam berpidato. Namun tak menjadi pertimbangan dalam Ijtima Ulama.

“Beliau direkomendasi sebagai capres dan cawapres, kenapa di menara Peninsula nama beliau hilang. Sehingga janagan heran ada pertanyaan GNPF ulama ini titipan siapa? Karena memang tidak sinkron. Ulamanya ya itu itu juga,” keluhnya.

Dalam diskusi yang sama, Eggi Sudjana lantas langsung menjawab keluhan Aminuddin. Eggi menjelaskan nama Salim Segaf Al Jufri diusung langsung oleh Habib Rizieq Shihab. Sedangkan Ustadz Abdul Somad diajukan oleh sebagian besar peserta Ijtima Ulama.

“Jadi Habib Rizieq Shihab memberikan fatwa kepada ijtima ulama ketika berlangsung supaya diendorse Salim Segaf. Tapi peserta ijtima menghendaki fenomena munculnya Abdul Somad,” jelasnya.

Kepopuleran Ustadz Abdul Somad dipandang mampu untuk menarik pemilih dari kalangan usia milenial. Sehingga menurut Eggi, mampu mengalahkan lawan politiknya dalam Pilpres 2019. Namun kendati demikian, pihak Ustadz Abdul Somad sendiri masih belum mau untuk maju sebagai cawapres mendampingi Prabowo Subianto.

“Sehingga secara digital semacam itu kita kan menyadari Abdul Somad dilike betul. Itu yang jadi pertimbangan kita bagaimana bisa mengalahkan incumbent yang sudah punya segala-galanya dan didukung oleh sepuluh partai sekarang,” pungkasnya.

Reporter: Syafei Irman
Editor: Syafei Irman

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Laporan Farhat Abbas Dianggap Sia-sia

Indonesia - Kamis, 04/10/2018 12:03