Dimediasi Mesir, Hamas-Israel Capai Kesepakatan Gencatan

Foto: Api yang ditimbulkan serangan jet Israel ke Gaza pada Rabu malam

KIBLAT.NET, Gaza – Faksi-faksi pejuang Palestina dan Israel, Kamis malam (09/08), dikabarkan sepakat gencatan senjata setelah agresi Israel Rabu sebelumnya yang menyebabkan empat warga Palestina terbunuh dan puluhan luka-luka.

Menurut informasi yang dikumpulkan Al-Jazeera dari sumber-sumber terpercaya, Hamas dan Israel mencapai pemahaman yang membutuhkan kembalinya ketenangan ke Jalur Gaza. Kesepakatan itu dicapai atas mediasi Mesir.

Kesepakatan itu muncul setelah eskalasi militer yang menyaksikan penembakkan ratusan roket dan serangan sengit Israel sejak Rabu malam. Dilaporkan empat warga Palestina tewas dan 40 lainnya luka-luka akibat serangan Israel. Sementara dari sisi Israel belum diketahui kerugiannya.

Mesir dan utusan khusus PBB untuk Timur Tengah Nikolai Mladenov telah melanjutkan upaya bersama untuk mencoba menahan eskalasi di Jalur Gaza, menurut keterangan sejumlah sumber Palestina.

Untuk bagiannya, harian Israel Yedioth Ahronoth mengutip sumber Israel yang tidak disebutkan namanya mengatakan, “Jika malam ini tenang, pasti arah kita diketahui, yaitu tenang, tetapi jika roket ditembakkan, kita mungkin melakuan eskalasi yang lebih besar.”

Sementara saluran TV Israel Channel 2 mengutip seorang pejabat senior Israel, mengatakan “kami bekerja atas dasar ketenangan diimbangi dengan tenang.”

Sementara itu, pemimpin Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan bahwa agresi dan pengepungan Israel yang berlanjut di Jalur Gaza dapat menyebabkan ledakan besar dalam situasi tersebut.

Abu Zuhri menegaskan Israel yang bertanggung jawab sepenuhnya agresi terakhir. Pejuang hanya mengambil peran melindungi rakyat Palestina.

BACA JUGA  Wanita Palestina Meninggal Akibat Dilempar Batu oleh Pemukim Yahudi

Sementara itu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyerukan kepada masyarakat internasional untuk campur tangan “segera dan mendesak” untuk menghentikan eskalasi Israel terhadap Gaza, dan tidak menyeret daerah itu untuk kehancuran dan ketidakstabilan lebih lanjut.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga