Bom Bunuh Diri Tewaskan 68 Orang di Afghanistan: Taliban Mengecam, ISIS Diam

Foto: Korban bom di Nangarhar, Afghanistan timur.

KIBLAT.NET, Nangarhar – Jumlah korban tewas akibat bom bunuh diri dalam aksi protes terhadap seorang komandan polisi setempat di Nangarhar, Afghanistan timur telah meningkat menjadi 68 orang. Laporan sebelumnya, mengatakan jumlah korban tewas sebanyak 32 orang.

Dikutip dari Al-Jazeera, juru bicara gubernur provinsi Attahullah Khogyani, mengatakan 165 lainnya terluka dalam aksi bom pada Selasa (11/09/2018).

Puluhan demonstran telah memblokir jalan raya antara ibukota provinsi Jalalabad dan penyeberangan perbatasan penting dengan Pakistan ketika pembom menyerang. Para pengunjuk rasa datang dari distrik Achin untuk menuntut pemindahan komandan polisi Bilal Pacha, yang terlibat dalam pembunuhan sewenang-wenang, perampokan dan memiliki penjara pribadi.

Juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid dalam sebuah pernyataan mengatakan kelompok Taliban tidak memiliki peran dalam di provinsi Nangarhar. Mujahid menyatakan bahwa Taliban tidak pernah menyerang target sipil dan sangat mengutuk serangan tersebut.

Sementara tidak ada kelompok lain yang segera mengklaim bertanggung jawab, termasuk kelompok ISIS yang aktif di Afghanistan timur, terutama di provinsi Nangarhar.

Serangan bom mematikan itu terjadi beberapa jam setelah beberapa pengeboman menargetkan sekolah-sekolah di Jalalabad.

Satu ledakan terjadi di pintu masuk sekolah Malika Omaira di pagi hari, yang menewaskan seorang bocah 14 tahun dan melukai empat orang lainnya. Serangan itu diikuti oleh dua ledakan di distrik Behsud yang dekat dengan sekolah.

BACA JUGA  Taliban Utus "Alumni" Guantanamo Jabat Delegasi Politik Resmi di Qatar

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengecam keras serangan bunuh diri terhadap para demonstran di Nangarhar. Dalam sebuah pernyataan dia mengatakan bahwa serangan terhadap fasilitas sipil, masjid, wanita, anak-anak, semuanya adalah kejahatan terhadap kemanusiaan.

Sumber: Al-Jazeera, Arab News
Redaktur: Ibas Fuadi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Begini Hasil KTT NATO Soal Perang di Afghanistan

Eropa - Jum'at, 13/07/2018 14:34