UBN Ajak Pemerintah dan Masyarakat Hentikan Kampanye Islamofobia

Foto: Pimpinan AQL Center, Ustadz Bachtiar Nasir.

KIBLAT.NET, Jakarta – Pimpinan Arrahman Quranic Learning Center, Ustadz Bachtiar Nasir mengungkapkan alasannya memilih tema “Peace is Power” dalam Milad ke-10 AQL di Balai Kartini, Jakarta Selatan. Menurutnya, slogan itu disuarakan agar Islam tidak selalu dikonotasikan dengan kekerasan.

“Tujuan diadakannya acara ini, biasanya di momen 9/11 (WTC) ini, Islam diidentikkan dengan agama teroris, agama violence, agama kekerasan, dan berbagai sematan-sematan buruk terhadap Islam yang sebetulnya semua itu tidak benar,” ungkapnya dalam konferensi pers di Balai Kartini, Selasa (11/09/2018).

UBN mengungkapkan, bahwa pasca 17 tahun peristiwa WTC, Presiden Amerika Serikat Donald Trump masih membuat masyarakat dunia membenci Islam. Donald Trump membuat isu baru setelah kampanye War On Terror dari presiden AS saat itu George W Bush.

“Apa yang dilakukan oleh Donald Trump belakangan ini dengan isu baru, meningkat sekali kebencian masyarakat Amerika sampai 91% dan masyarakat dunia tentu dipengaruhi oleh propaganda buruk AS,” ungkapnya.

Karena itulah pada momen 9/11 ini yang bertepatan dengan 1 Muharram, pihaknya ingin mengajak untuk berhijrah dari cara berpikir menstigmatisasi Islam dengan hal buruk. Kepada dunia Islam dan pemerintahannya agar jangan mencurigai umat Islamnya, termasuk di Indonesia.

“Dan kepada masyarakat dunia pun kami ingin menyuarakan, berhentilah mengidap penyakit Islamofobia yang selama ini dihembuskan oleh Zionis dan semua pasukannya dan semua tangan-tangannya di dunia ini,” ujarnya.

BACA JUGA  Pelemahan Rupiah Akan Berdampak Kepada Masyarakat

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga