Keanehan Ajaran Jamaah Nubuwah Pimpinan Epen Jahruddin

Foto: Ajaran Kerasulan Jamaah Nubuwah (Sangga Buana)

KIBLAT.NET, Bekasi – Aliran bernama Jamaah Nubuwah atau Sangga Buana yang dipimpin Epen Jahruddin (43) asal Sukabumi terindikasi menyimpang. Epen mengaku mendapatkan wahyu kerasulan berawal dari memperbanyak puasa selama 99 hari  mulai 1 Muharram selama tiga bulan. Epen kemudian mengaku mendapat wahyu dari Allah melalui Malaikat Jibril, di Gunung Sangga Buana, Cigentis, Karawang.

Mantan pengikut Jamaah Nubuwah, Sumanta mengungkapkan lebih jauh ajaran-ajaran kelompok tersebut. Berikut ini ulasannya:

1. Lewat pelatihan, pengikut diyakinkan bahwa Epen adalah rasul.

Pengikutnya wajib mengikuti pelatihan dasar selama tiga hari. Dalam tarbiyah calon pengikutnya mendapatkan empat materi, fenomena jahiliyah, konsep dasar din, Mitsaq atau baiah (Mitsaq li dinillah selanjutnya mitsaq ke rasul lan kepada si pemimpin, ke tiga mitsaq lil imaroh). dan taqwa.

“Setelah binaan meyakini ia (Epen) sebagai Rasul maka pengikutnya wajib taat dan haram mengingkari,” ujarnya.

2. Aturan ibadah khusus

Dalam ibadah ada aturan pengkhususan. Antara lain: shalat jamaah tidak boleh bermakmum kepada di luar pengikut Sangga Buana, haram pernikahan di luar pengikut, dakwah keluar 9 hari dengan wajib puasa 9 hari, ketika shalat wajib diharuskan membawa sajadah dengan ciri tertentu (garis titik sujud), dalam rukun dan syarat shalatnya sama, tetapi konteks syahadat kenabian bukan kepada rasul melainkan ke Sangga Buana dan kewajiban memakai pakaian putih saat shalat.

Sajadah khusus pengikut Jamaah Nubuwah

Sajadah khusus pengikut Jamaah Nubuwah

“Sangga Buana juga membuat buku pidana bagi pelaku maksiat. Pada dasarnya ajaranya banyak menyimpang dengan menambahkan dan mengurangi syariat Islam pada umumnya,” tutur Sumanta di Cibitung, Bekasi, Jumat, (12/09/2018).

BACA JUGA  Komunitas Gerak Bareng Ajarkan Ruqyah Mandiri kepada Warga NTB

3. Dijamin masuk Surga

Sumanta menjelaskan bahwa para pengikut Sangga Buana dijamin masuk surga. Ajaran yang diterapkan Epen juga lebih ketat dengan mengaku sebagai sosok Imam Mahdi dengan tugas-tugasny. Para pengikut wajib mengimaninya dan mereka yang murtad dari ajarannya akan diteror karena wajib dibunuh.

4. Ikrar setia

Dalam baiat pengikutnya berikrar diharamkannya murtad dan diharamkan membocorkan rahasia nubuwah.

5. Miliki Tim Ghaib

Epen sering mengaku mendapat wangsit, mengaku bertemu para wali, mentawilkan mimpi pengikutnya, shalat 1.000 – 4.000 rakaat di ruang terbuka, adanya tim ahli ghaib yang memberi kabar tentang kerasulannya dan membuat syariat.

“Tim ahli ghaib ini ibarat sebagai orang kepercayaan Sangga Buana. Tim ini yang mentawilkan mimpi-mimpi pengikutnya dan membuat syariat. Seperti syariat penggunaan sajadah, hukuman pelaku maksiat dan syariat lainnya,” tuturnya.

6. Makanan yang diharamkan.

Mengharamkan semua sembelihan di luar jamaahnya.

7. Kegiatan harian-bulanan

Anggota wajib melaporkan rutinitasnya setiap bulan (ibadah/ maksiat). Jika melanggar, laporan menjadi wajib setiap tiga harinya. Laporan itu dari umat ke pimpinan lapangan – (abdal) Wali maktab – Penyelia (sahabat rasul) – Rasul – Allah.

“Hal itu juga yang menjadi struktur aliran Sangga Buana,” ujar Sumanta.

Reporter: Hafidz Syarif
Editor: M. Rudy

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga