Komunitas Gerak Bareng Ajarkan Ruqyah Mandiri kepada Warga NTB

Foto: Komunitas Gerak Bareng Ajarkan Ruqyah Mandiri kepada Warga NTB

KIBLAT.NET, Jakarta – Beragam cara dilakukan untuk menghilangkan trauma bagi korban gempa Lombok. Komunitas Gerak Bareng memilih untuk mengajarkan ruqyah syar’iyyah kepada warga NTB, sebagai upaya trauma healing.

Komunitas Gerak Bareng bekerja sama dengan Komunitas Tahsin Islamic Center Mataram, NTB menggelar pelatihan rukyah mandiri kepada masyarakat pascagemba Lombok. Dengan pelatihan itu umat Islam diajak untuk menjadikan Al-Quran sebagai obat.

“Ruqyah itu kan Al-Quran, obat terbaik adalah Al-Quran baik fisik maupun psikis,” kata praktisi ruqyah syar’iyyah Ustaz Sahal Al-Muzhofari, seusai berbicara di hadapan puluhan peserta pelatihan ruqyah di Islamic Center Mataram, NTB, Rabu (12/08/2018).

Sahal menjelaskan ruqyah bisa digunakan untuk mendeteksi adanya ganguan pada diri seseorang. Rasa mudah marah, hingga perasaan cemas dan gelisah termasuk gejala ganguan tersebut.

“Saya ajarkan cara ruqyah mandiri kepada peserta, sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah,” imbuhnya.

Ikhsan, pria paruh baya yang mengikuti pelatihan itu, mengaku ada perubahan pada dirinya setelah mengikuti sesi terapi ruqyah. “Alhamdulillah agak lega,” ujarnya.

Sementara, Teguh (23) mengatakan pelatihan itu memberinya pengetahuan baru. Pria yang juga relawan kemanusiaan untuk korban gempa lombok itu mengaku akan mengajarkan terapi ruqyah kepada orang lain, sebagai bagian dari trauma healing. “Ini bisa diterapkan untuk para korban,” ujarnya.

Reporter: Imam S.
Editor: M. Rudy

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Editorial: Menari di atas Bencana (Lombok)

Editorial - Kamis, 20/09/2018 15:50