MUI Diminta Segera Tindaklanjuti Laporan Penyimpangan Jamaah Nubuwah

Foto: Ajaran Kerasulan Jamaah Nubuwah (Sangga Buana)

KIBLAT.NET, Bekasi – GERAK (Gerakkan Anti Kesesatan) telah berupaya melaporkan berbagai macam bentuk peyimpangan/ kesesatan ajaran Nubuwah Sangga Buana kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI). GERAK sendiri beranggotakan para mantan pengikut aliran menyimpang tersebut.

Koordinator GERAK, Edi Prayitno mengatakan pihaknya telah mengirimkan laporan kesesatan Jamaah Nubuwah beserta lampiran bukti-bukti pada 9 Juni 2018. Laporan tersebut sudah dikirimkan ke MUI di berbagai wilayah yang daerahnya menjadi basis ajaran aliran itu. Sayangnya baru MUI Kabupaten Bekasi yang merespon.

“Kami sepakat untuk melindungi Islam dan kemaslahatan umat Islam dari berbagai macam fitnah-fitnah yang akan merusak dan membinasakan umat dengan cara melaporkan berbagai macam bentuk penyimpangan/ kesesatan ‘Ajaran Nubuwah Sangga Buana’ kepada pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk ditindaklanjuti lebih jauh lagi,” katanya kepada Kiblat.net di kediamannya Cibitung, Bekasi, Kamis pagi (13/09/2018).

Lampiran yang telah diserahkan kepada MUI terkait penyimpangan ajaran Jamaah Nubuwah (Sangga Buana) sebagai berikut:

1. Sangga Buana atau nama aslinya Epen Jahrudin telah mengaku atau mendeklarasikan dirinya sebagai Rasulullah.

2. Ajaran Nubuwwah Sangga Buana telah merubah makna Syahadat Rasul (wa Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah) untuk dinisbatkan kepada diri Sangga Buana sebagai Muhammad Rasulullah yang ada dalam kalimat syahadat rasul tanpa merubah kalimatnya. Dan diwajibkan setiap pengikut maupun orang yang ingin bergabung kedalam jamaahnya untuk mengucapkan kalimat syahadat tersebut.

3. Ajaran Nubuwwah Sangga Buana telah mengkafirkan orang orang di luar jamaahnya atau kepemimpinannya dan telah menganggap murtad orang orang yang telah keluar dari jamaahnya. Keyakinan tersebut dibuktikan dengan sikap tidak mau memakan hewan hasil sembelihan orang di luar jamaahnya dan tidak mau berma’mum dibelakang imam sholat diluar jamaahnya serta tidak sah kalau tidak di nikahan oleh wali yang belum bergabung ke jamaahnya walaupun dia orang tuanya sendiri.

4. Ajaran Nubuwwah Sangga Buana juga telah merubah makna bacaan tasyahud di dalam sholatnya dimana bacaan syahadat rasul (wa Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah) dinisbatkan juga terhadap Sangga Buana sebagai Muhammad Rasulullah serta sholawat terhadap Nabi Muhammad (Allahumma Sholli ‘Ala Muhammad) dimaknai juga untuk dinisbatkan terhadap Sangga Buana sebagai Muhammad dalam kalimat shalawat tersebut.

5. Sangga Buana dan para pengikutnya juga telah menghina para ulama ulama tafsir dengan menganggap semua karya karya tafsir para ulama ulama salaf dan khalaf merupakan hasil dari prasangka mereka didalam mentafsirkan Al Qur’an.

6. Sangga Buana telah menetapkan haramnya beberapa produk makanan dan minuman yang beredar dipasaran dengan menyelesih pendapat para Ulama.

Edi berharap pihak Majelis Ulama Indonesia untuk menindaklanjuti laporan GERAK sesegera mungkin, berdasarkan fakta-fakta penyimpangan atau kesesatan dalam 6 poin di atas.

BACA JUGA  Prabowo Subianto Tandatangani Pakta Integritas Ijtima Ulama II

“Kami melihat dan merasakan sendiri gerakan mereka masih bergerak massif di dalam menyebarkan ajaran sesat mereka dan insy Allah kami dari pihak GERAK (Gerakan Anti Kesesatan) siap bekerja sama untuk membantu proses tindak lanjut yang akan dilakukan oleh pihak MUI ke depannya,” pungkasnya.

Reporter: Hafidz Syarif
Editor: M. Rudy

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga