Turki Tangkap Aktor Penting Bom Reyhanli 2013 yang Didalangi Rezim Assad

Foto: Gedung yang hancur akibat bom kembar di perbatasan Reyhanli tahun 2013.

KIBLAT.NET, Ankara – Pihak berwenang Turki menangkap seorang tersangka utama serangan bom mobil lima tahun lalu yang menewaskan puluhan orang. Bom kembar itu diduga kuat dilakukan di bawah kendali intelijen Suriah.

Yusuf Nazik (34) mengakui perannya dalam serangan bom mobil tahun 2013 di kota perbatasan Reyhanli yang menewaskan 53 orang.

“Dia ditangkap di kota Suriah Latakia -jantung pendukung Presiden Bashar Assad- dalam sebuah operasi oleh Organisasi Intelijen Nasional Turki,” kata laporang dari kantor berita Anadolu.

Dalam sebuah video yang dirilis peerintah Turki pada Rabu (12/09/2018), Nazik muncul dengan atasan olahraga biru dan celana jeans di samping bendera Turki. Dia meminta tersangka lain untuk menyerah dan mengimbau Turki untuk meminta rezim Assad bertanggung jawab atas serangan itu.

“Saya tidak dapat melarikan diri dari negara Turki,” katanya dalam video itu.

“Saya memanggil teman-teman saya di Suriah, kembali lah sementara masih ada waktu. Negara Turki akan melindungi kita. Saya menyeru kepada negara Suriah, negara Turki akan membuat Anda membayar pada akhirnya.”

Operasi Intelijen?

Sebuah mobil diledakkan di luar kantor dewan pada 11 Mei 2013. Serangan bom itu meninggalkan kawah besar di tanah dan menghancurkan gedung-gedung di dekatnya.

Sementara bom mobil kedua meledak beberapa menit kemudian, kurang dari satu kilometer jauhnya di luar kantor pos. Sebagian besar korban adalah orang Turki, tetapi tak sedikit dari pengungsi Suriah juga tewas.

BACA JUGA  Turki Vonis Empat Tahun Bui Koresponden Kantor Berita Resmi Rezim Assad

Nazik, seorang warga Turki dari Antakya, menjadi salah satu dari beberapa tersangka yang dicari sehubungan dengan serangan itu. Badan intelijen Turki, yang dikenal sebagai MIT, dilaporkan melakukan operasi untuk menangkapnya.

Nazik mengakui sebagai penentu target dan pengintai. Dia mengangkut bahan peledak dari Suriah ke Turki, serta menyiapkan muatan kendaraan yang penuh dengan bom. Dia kerap melakukan kontak dengan seorang perwira intelijen Suriah bernama Mohammed yang memiliki nama lain, Hadji.

“Kami mengambil informasi yang diberikan oleh Yusuf Nazik tentang keterlibatan operasi intelijen Suriah dalam serangan Reyhanli 2013 dengan sangat serius,” kata seorang pejabat senior Turki.

“Kesaksiannya menguatkan desas-desus lama tentang peran aktif rezim Assad dalam pemboman, yang menewaskan 53 orang tidak bersalah. Penangkapan dan pemulangan Nazik harus menjadi pengingat bagi semua penjahat lainnya bahwa kita tidak akan pernah berhenti memburu mereka. Kami akan berusaha untuk menemukan Anda, menangkap Anda, dan membawa Anda ke pengadilan.”

Menteri Kehakiman Abdulhamit Gul memuji operasi itu. “Negara kami akan datang setelah setiap jenis kelompok teroris dan peradilan independen kami akan memberikan hukuman yang adil, di mana pelakunya mungkin berada,” katanya kepada wartawan.

Pada bulan Februari, pengadilan di Ankara menjatuhkan hukuman seumur hidup terhadap sembilan orang yang terlibat dalam serangan Reyhanli. Tiga belas lainnya menerima hukuman penjara hingga 15 tahun.

BACA JUGA  Bahas Manbij dan Idlib, Erdogan-Trump Bertekad Jaga Hubungan Bilateral

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Turki Deportasi Wartawan The New York Times

Turki - Rabu, 18/01/2017 20:46