Data Kasus Extrajudicial Killing Oleh Polisi Memprihatinkan

Foto: Kepolisian Republik Indonesia (Polri)

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisioner Komnas HAM, Munafrizal Manan menyebutkan bahwa institusi kepolisian paling banyak diadukan oleh masyarakat ke Komnas HAM. Terdapat beberapa pengaduan ke Komnas HAM terkait tindakan polisi.

“Polisi aparat paling banyak diadukan ke Komnas HAM, dengan berbagai macam pengaduan. Beberapa waktu lalu kami sudah sampaikan ke Kapolri. Memang dari Kepolisian, masih menjadi sorotan betul dalam kasus HAM,” katanya dalam bedah buku ‘Indeks Negara Hukum Indonesia Tahun 2017’ di Jakarta pada Rabu (19/09/2018).

Ia juga menegaskan bahwa yang menjadi sorotan Komnas HAM adalah kasus-kasus extrajudicial killing (penembakan mati di luar pengadilan.red). Sebab, korbannya sangat banyak.

“Penembakan mati, ini agak memprihatinkan. Saya mendapat data, akhir-akhir ini ada 17 terduga teroris tewas oleh polisi, 11 pelaku kejahatan ditembak mati. Dan 33 preman di Bali ditembak mati untuk persiapan IMF,” sambungnya.

Munaf menekankan bahwa semua masyarakat tentu sepakat dengan pemberantasan pelaku kejahatan. Namun, tidak dengan membunuh di luar pengadilan. Sebab, jika ini dibiarkan akan mengarah pada kejahatan pelanggaran HAM berat.

“Kalau ini terus terjadi dengan jumlah korban terus bertambah, akan memenuhi unsur pelanggaran HAM berat. Dalam UU 39 tahun 99 penjelasan pasal 104 ayat 1, mengatur salah satu pelanggaran HAM berat adalah pembunuhan sewenang-wenang tapi di luar hukum,” tuturnya.

Maka, ia menegaskan bahwa Presiden harus memberikan teguran kepada Kepolisian. Karena jika tidak demikian, Presiden dianggap melakukan pembiaran.

BACA JUGA  UAS Penuhi Undangan Tabayyun MUI Terkait Ceramah Salib

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: M. Rudy

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Komnas HAM dan UNHCR Sepakat Lindungi Hak Pengungsi

Indonesia - Ahad, 07/07/2019 12:30