Muncul Elemen Muda 212 Menyatakan Penolakan Hasil Ijtima Ulama

Foto: Elemen Muda 212

KIBLAT.NET, Jakarta – Sekelompok orang mengatasnamakan diri Elemen Muda 212 menyatakan sikap terkait hasil Ijtima Ulama yang diinisiasi GNPF Ulama. Menurut mereka, agenda terkait gerakan 212 sudah seharusnya berakhir pasca dihukumnya penista agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Koordinator Elemen Muda, Mulyadi P. Tamsir mengatakan gerakan aksi 212 semestinya sudah berakhir pasca dihukumnya penista agama. Mengaku menghormati ulama, Mulyadi menyayangkan sebagian dari alumni 212 yang memanfaatkan gerakan itu untuk kepentingan politik praktis, kelompok maupun pribadi.

“Pasca gerakan aksi 212 ada bagian dari peserta aksi tersebut kembali berkumpul dan membentuk Persatuan Alumni 212. Sayangnya pertemuan tersebut tidak melibatkan seluruh elemen organisasi dan masyarakat yang hadir pada saat aksi 212,” katanya dalam konfrensi pers menyikapi hasil Ijtima Ulama II, di Munik Resto, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (20/09/2018).

“Kami kira dukungan tersebut bertentangan dengan niat suci gerakan 212 sebagai gerakan moral menuntut penegakan hukum atas tindakan pidana penodaan agama. Padahal setiap orang memiliki pilihan yang berbeda-beda,”┬áimbuh Ketum PB HMI periode 2016-2018 ini.

Ia menjelaskan Elemen Muda 212 terdiri dari para peserta aksi 411 dan 212. Mereka mengaku tidak berafiliasi atau memberikan dukungan kepada partai atau capres-cawapres manapun.

“Pernyataan sikap ini tidak membicarakan dukung-mendukung, tetapi mengingatkan agar gerakan 212 tidak digiring ke ranah politik praktis. Adapun dukung mendukung itu ada pada pilihan masing-masing, sehingga biarkan masyarakat memilih mana yang baik untuk negara ini,” ujarnya.

BACA JUGA  Bersama AQL Peduli, Rombongan Uighur Salurkan Bantuan untuk Korban Tsunami

Ijtima Ulama I dan II dihadiri oleh ribuan ulama dan tokoh nasional. Melalui musyawarah, peserta Ijtima menelurkan sejumlah rekomendasi-rekomendasi dalam berbagai bidang, termasuk politik dengan mendukung salah salah satu pasangan capres-cawapres yang diikat dengan 17 poin pakta integritas.

Reporter: Hafidz Syarif
Editor: M. Rudy

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Baca Juga

Menapaki Jejak Politik Yusuf Alaihissalam

Editorial - Ahad, 20/01/2019 16:01